AALI
9650
ABBA
222
ABDA
5500
ABMM
2140
ACES
775
ACST
160
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
755
ADMF
8000
ADMG
170
ADRO
2720
AGAR
316
AGII
2000
AGRO
660
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
55
AIMS
256
AIMS-W
0
AISA
140
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1425
AKRA
960
AKSI
284
ALDO
820
ALKA
298
ALMI
290
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/07/01 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
519.46
-1.84%
-9.76
IHSG
6794.33
-1.7%
-117.25
LQ45
974.33
-1.78%
-17.61
HSI
0.00
-100%
-21996.89
N225
25935.62
-1.73%
-457.42
NYSE
0.00
-100%
-14599.59
Kurs
HKD/IDR 1,904
USD/IDR 14,960
Emas
863,215 / gram

Sri Mulyani Pede Pertumbuhan Ekonomi RI di 2022 Capai 4 Persen

ECONOMICS
Rina Anggraeni
Rabu, 19 Januari 2022 13:16 WIB
Ini seiring berbagai indikator perekonomian kuartal IV 2021 yang menunjukkan sinyal positif, sehingga akan menopang kinerja setahun penuh.
Sri Mulyani Pede Pertumbuhan Ekonomi RI di 2022 Capai 4 Persen (FOTO: MNC Media)
Sri Mulyani Pede Pertumbuhan Ekonomi RI di 2022 Capai 4 Persen (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Keuangan, Sri Mulyani optimis pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun ini mencapai 4 persen. Ini seiring berbagai indikator perekonomian kuartal IV 2021 yang menunjukkan sinyal positif, sehingga akan menopang kinerja setahun penuh.

"Momentum pemulihan ekonomi Indonesia menunjukkan kondisi yang baik. Setelah Indonesia mengalami dampak penyebaran COVID-19 varian Delta, kondisi ekonomi kuartal IV 2022 tumbuh dengan optimal," ujar Sri dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR pada Rabu (19/1/2022). 

Dia mengatakan, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menilai bahwa sejumlah indikator ekonomi makro kuartal IV 2021 menunjukkan sinyal positif. Hal tersebut dapat mendukung kinerja perekonomian pada setahun penuh.

"Jadi kalau kuartal IV 2021 di 5 persen, keseluruhan tahun pertumbuhan akan di sekitar 4 persen," tambahnya.

Sri menilai bahwa pertumbuhan konsumsi pada kuartal IV 2021 sangat kuat sehingga mendorong perekonomian secara keseluruhan. Selain itu, investasi dan pertumbuhan kredit tumbuh sangat tinggi, disertai belanja pemerintah pusat dan daerah yang naik pada kuartal IV 2021.

Adapun, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2021 di kisaran 3,7—4,5 persen. Proyeksi itu mengalami revisi, dari sebelumnya dengan perkiraan tertinggi 4,3 persen, karena pemerintah yakin kinerja perekonomian dapat tumbuh lebih lancar.

"Ini berarti outlook-nya kalau dilihat kita ada di higher end, di sekitar 4 persen, bukan di 3,5 persen. Mungkin kita lihat begitu BPS menyampaikan angka kuartal IV 2021," tutup Sri Mulyani. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD