AALI
9750
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
290
ACST-R
0
ADES
1675
ADHI
1175
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1110
AGRO
940
AGRO-R
0
AGRS
456
AHAP
71
AIMS
530
AIMS-W
0
AISA
280
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3370
AKSI
785
ALDO
890
ALKA
254
ALMI
236
ALTO
320
Market Watch
Last updated : 2021/05/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
472.68
-0.2%
-0.95
IHSG
5970.24
-0.09%
-5.67
LQ45
888.95
-0.17%
-1.47
HSI
28637.46
0.77%
+219.46
N225
29331.37
1.8%
+518.74
NYSE
16348.41
0.36%
+59.14
Kurs
HKD/IDR 1,841
USD/IDR 14,315
Emas
824,769 / gram

Sri Mulyani Ungkap Fenomena Baru Ketika Wanita Bekerja

ECONOMICS
Rina Anggraeni/Sindonews
Rabu, 21 April 2021 17:52 WIB
Menkeu Sri Mulyani mengungkapkan masih ada perbedaan perlakuan antara wajib pajak laki-laki dan perempuan.
Sri Mulyani Ungkap Fenomena Baru Ketika Wanita Bekerja (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan masih ada perbedaan perlakuan antara wajib pajak laki-laki dan perempuan.  Adapun, akan ada dimensi yang berbeda ketika suami dan istri dalam rumah tangga sama-sama bekerja. 

Meski demikian, perempuan tetap dapat memilih untuk membayar pajak sebagai individu atau wajib pajak dengan status  bersama pasangannya.  

Dalam hal ini, hasil penelitian tersebut menunjukkan elastisitas tarif PPh terhadap perempuan lebih tinggi. Jika tarifnya naik 1 persen saja, mereka bisa memikirkan untuk berhenti berpenghasilan. Namun, pada wajib pajak laki-laki, berapa pun tarif PPh-nya, mereka menyatakan tetap harus bekerja.

“Perempuan berbeda dengan laki-laki karena banyak perempuan yang posisinya lebih berat. Ini bukan fenomena yang baru," ujar Sri Mulyani dalam video virtual, Rabu (20/4/2021). 

Dia menambahkan saat ini keberpihakan pembelanjaan uang hasil pajak untuk kelompok perempuan, seperti dari sisi infrastruktur. Makin baik infrastruktur yang tersedia, makin banyak pula beban perempuan yang berkurang.

Infrastruktur itu mulai dari air bersih, sanitasi, jalan raya, koneksi internet, hingga jaringan listrik. Dengan pembangunan infrastruktur yang menggunakan pajak, perempuan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk turut serta dalam menggerakkan ekonomi keluarga maupun nasional.

"Dimensi gender dalam public policy dan public spending kita antara laki-laki dan perempuan dampaknya akan berbeda,"tandasnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD