AALI
9350
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
720
ACST
169
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8125
ADMG
173
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1180
AKSI
270
ALDO
775
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.47
-0.12%
-0.62
IHSG
7086.24
-0.23%
-16.64
LQ45
1007.80
-0.09%
-0.91
HSI
19567.55
-2.18%
-435.89
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
15264.79
-0.27%
-41.01
Kurs
HKD/IDR 195
USD/IDR 14,872
Emas
856,617 / gram

Stiker Jaga Jarak Ditempeli Lagi, KCI Batasi Kapasitas Penumpang 60 Persen

ECONOMICS
Muhammad Refi Sandi/MPI
Senin, 14 Maret 2022 08:18 WIB
PT KAI Commuter Indonesia (KCI) kembali melakukan pembatasan penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) menjadi 60 persen.
Stiker Jaga Jarak Ditempeli Lagi, KCI Batasi Kapasitas Penumpang 60 Persen. (Foto: MNC Media)
Stiker Jaga Jarak Ditempeli Lagi, KCI Batasi Kapasitas Penumpang 60 Persen. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT KAI Commuter Indonesia (KCI) kembali melakukan pembatasan penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) menjadi 60 persen. Hal itu mengacu kepada Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor 25 Tahun 2022 tanggal 9 Maret lalu.

"KAI Commuter terus mengingatkan pengguna untuk disiplin Protokol Kesehatan dengan berlakunya sejumlah penyesuaian aturan di KRL. Salah satu sosialisasi yang dilakukan adalah mengenai kapasitas pengguna. Dengan kapasitas pengguna yang menurut aturan terbaru adalah maksimum 60%, jumlah pengguna tetap dibatasi," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba dalam keterangannya, Senin (14/3/2022).

Anne juga menyebut sebagai penanda kapasitas pengguna, KRL Commuter kini ditempeli stiker di bagian tempat duduk, jendela, maupun lantai kereta. Ia pun mengimbau agar pengguna duduk maupun berdiri sesuai tanda dan tetap menjaga jarak aman.

"Guna memudahkan pengguna mengetahui batasan kapasitas, KAI Commuter telah menempel stiker di tempat duduk, jendela, maupun lantai kereta. Dengan adanya stiker ini, pengguna diharapkan mengikuti sebagai panduan posisinya saat duduk maupun berdiri guna tetap menjaga jarak aman dengan sesama," ujarnya.

"KAI Commuter mengajak pengguna mengikuti stiker sosialisasi ini dan tidak memaksa masuk ke dalam kereta yang telah terisi sesuai kapasitas yang diizinkan, ditandai dengan pengguna seluruhnya sudah berdiri dan duduk sesuai marka," imbuhnya.

Kemudian, Anne juga menjelaskan sebagai upaya menjaga jarak terdapat penyekatan pengguna di setiap stasiun agar kapasitas tidak terisi 100 persen. Hal itu juga diterapkan pada saat jam sibuk.

"Upaya menjaga jarak aman yang selama ini telah dilakukan melalui antrean penyekatan pengguna di stasiun juga masih berjalan. Guna menjaga kapasitas kereta di jam-jam sibuk, petugas akan mengatur pengguna untuk masuk ke kereta. Agar terhindar dari kepadatan dan antrean saat jam sibuk, pengguna dapat merencanakan perjalanannya menggunakan aplikasi KRL Access. Pada aplikasi tersebut, pengguna bisa mengakses informasi kepadatan di stasiun dan posisi KRL secara real time," ucapnya.

Kendati demikian, KRL Commuter tetap menjalankan 1.005 perjalanan dengan mayoritas di jam sibuk pagi dan sore hari. Tak hanya itu, KAI Commuter juga menambah rangkaian kereta menjadi lebih panjang.

"Saat ini KAI Commuter juga tetap menjalankan 1. 005 perjalanan KRL dengan mayoritas perjalanan beroperasi di jam sibuk pagi dan sore hari. Selain frekuensi perjalanan, upaya memaksimalkan jaga jarak juga dilakukan dengan mengoperasikan rangkaian kereta yang lebih panjang. Mulai akhir Februari lalu KAI Commuter juga telah melakukan uji coba operasi rangkaian KRL dengan formasi 12 kereta (SF 12) di loop line (Jatinegara - Bogor PP), menggantikan satu rangkaian yang sebelumnya terdiri dari 8 kereta (SF 8)," tuturnya.

Selanjutnya, Berdasarkan pantauan MNC Portal Indonesia di Stasiun Depok, para petugas satuan pengamanan mengatur para penumpang agar kursi panjang tidak terisi 100%.

Mereka berulangkali menyebutkan kepada para penumpang agar setiap kursi baik di sisi kanan maupun sisi kiri kereta hanya diduduki maksimal lima orang.

"Tetap jaga jarak Bapak, Ibu. Jangan bersentuhan. Kursi hanya diisi lima orang agar bisa berjarak satu sama lain," ujar salah satu petugas.

Sementara itu, mengutip akun Twitter @CommuterLine terdapat perbedaan aturan saat PPKM Level 3 maupun PPKM Level 2 yang tertuang dalam SE Kemenhub Nomor 25 tahun 2022 diantaranya.

PPKM Level 3; jam operasional 04.00-22.00 WIB, 1.005 perjalanan, 94 rangkaian beroperasi, kapasitas 45 persen, anak balita tidak diperkenankan naik KRL, Lansia diperkenankan naik pada pukul 10.00-14.00 WIB, syarat vaksinasi.

PPKM Level 2; jam operasional 04.00-22.00 WIB, 1.005 perjalanan, 94 rangkaian beroperasi, kapasitas 60 persen, anak balita diperkenankan naik pada pukul 10.00-14.00 WIB, Lansia diperkenankan naik pada pukul 10.00-14.00 WIB, syarat vaksinasi. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD