AALI
8900
ABBA
232
ABDA
6025
ABMM
4650
ACES
625
ACST
210
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
800
ADMF
8525
ADMG
168
ADRO
4050
AGAR
302
AGII
2520
AGRO
640
AGRO-R
0
AGRS
102
AHAP
109
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1605
AKRA
1400
AKSI
324
ALDO
705
ALKA
294
ALMI
380
ALTO
177
Market Watch
Last updated : 2022/09/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
541.91
-0.84%
-4.57
IHSG
7178.58
-0.56%
-40.32
LQ45
1025.63
-0.68%
-7.01
HSI
17933.27
-1.18%
-214.68
N225
0.00
-100%
-27313.13
NYSE
0.00
-100%
-14236.60
Kurs
HKD/IDR 1,912
USD/IDR 15,030
Emas
805,406 / gram

Suku Bunga BI Naik, Pengusaha Teriak Minta Insentif

ECONOMICS
Michelle Natalia
Jum'at, 23 September 2022 12:45 WIB
Pengusaha menilai kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) akan kembali menekan dunia usaha.
Suku Bunga BI Naik, Pengusaha Teriak Minta Insentif (Foto: MNC Media).
Suku Bunga BI Naik, Pengusaha Teriak Minta Insentif (Foto: MNC Media).

IDXChannel - Kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) sebesar 50 basis poin menjadi 4,25% ditanggapi pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Kebijakan ini dinilai akan kembali menekan dunia usaha. 

"Langkah kebijakan moneter ini diambil dalam rangka menjaga laju inflasi yang terus merangkak naik," ujar Ketua Komite Analis Kebijakan Ekonomi Apindo, Ajib Hamdani di Jakarta, Jumat (23/9/2022). 

"Kuartal II-2022, inflasi pada bulan Juli menunjukkan angka 4,94% year to year (yoy). Jauh dari asumsi makro awal penyusunan APBN 2022 yang ditarget hanya kisaran 3% secara agregat di 2022," dia menambahkan. 

Secara prinsip, inflasi disebabkan karena dua faktor utama. Pertama karena faktor permintaan (demand pull inflation). Hal ini timbul karena pertambahan jumlah uang beredar dan meningkatnya konsumsi secara keseluruhan, sehingga membuat sisi demand naik. 

Halaman : 1 2 3 4
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD