AALI
9300
ABBA
290
ABDA
0
ABMM
2460
ACES
745
ACST
184
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
800
ADMF
8175
ADMG
176
ADRO
3250
AGAR
298
AGII
2250
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
111
AHAP
100
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
158
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1555
AKRA
1185
AKSI
280
ALDO
730
ALKA
292
ALMI
308
ALTO
192
Market Watch
Last updated : 2022/08/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.69
-0.42%
-2.31
IHSG
7172.43
-0.2%
-14.12
LQ45
1022.99
-0.33%
-3.35
HSI
19773.03
0.05%
+9.12
N225
28930.33
-0.04%
-11.81
NYSE
0.00
-100%
-15734.11
Kurs
HKD/IDR 180
USD/IDR 14,820
Emas
835,878 / gram

Tantangan ke Depan Berat, Pemerintah Jangan Terlena Ekonomi Tumbuh Kinclong!

ECONOMICS
Desi Angriani
Jum'at, 05 Agustus 2022 14:13 WIB
Ekonomi Indonesia kuartal II tercatat tumbuh 5,44% year on year di tengah tekanan inflasi global dan ancaman resesi.
Tantangan ke Depan Berat, Pemerintah Jangan Terlena Ekonomi Tumbuh Kinclong! (Foto: MNC Media)
Tantangan ke Depan Berat, Pemerintah Jangan Terlena Ekonomi Tumbuh Kinclong! (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Ekonom sekaligus Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira meminta pemerintah tak terlena meski pertumbuhan ekonomi Indonesia mencatatkan angka yang gemilang. Ekonomi Indonesia kuartal II tercatat tumbuh 5,44% year on year di tengah tekanan inflasi global dan ancaman resesi.

"Tapi kita tidak boleh terlena oleh pertumbuhan yang positif ini, tantangan di semester ke II jauh lebih berat," kata Bhima kepada IDX Channel, Jumat (5/8/2022).

Bhima menjelaskan ke depan ekonomi Indonesia bakal terhalang oleh kenaikan inflasi imbas mahalnya harga bahan baku. Hal ini mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen.

Belum lagi konflik yang meluas dari Rusia-Ukraina hingga China-Taiwan. Konflik ini diperkirakan memperburuk rantai pasok dan menimbulkan pelemahan sisi investasi langsung.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD