AALI
10000
ABBA
212
ABDA
0
ABMM
825
ACES
1425
ACST
254
ACST-R
0
ADES
1640
ADHI
1050
ADMF
8000
ADMG
162
ADRO
1185
AGAR
414
AGII
1035
AGRO
880
AGRO-R
0
AGRS
545
AHAP
68
AIMS
510
AIMS-W
0
AISA
256
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
560
AKRA
3130
AKSI
755
ALDO
815
ALKA
240
ALMI
236
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/05/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
462.85
-1.35%
-6.35
IHSG
5833.86
-1.76%
-104.49
LQ45
869.49
-1.52%
-13.44
HSI
28194.09
0.59%
+166.49
N225
27824.83
-0.92%
-259.64
NYSE
16415.36
1.45%
+233.76
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,280
Emas
850,841 / gram

Tembus USD38,96 Miliar, Ini 10 Negara Tujuan Ekspor Utama RI

ECONOMICS
Michelle N/Sindonews
Jum'at, 16 April 2021 22:15 WIB
Kementerian Perdagangan (Kemendag) sedang gencar mengejar peningkatan ekspor nonmigas ke sejumlah negara tujuan baik dalam jangka pendek maupun menengah.
Tembus USD38,96 Miliar, Ini 10 Negara Tujuan Ekspor Utama RI. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Perdagangan (Kemendag) sedang gencar mengejar peningkatan ekspor nonmigas ke sejumlah negara tujuan baik dalam jangka pendek maupun menengah. Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, mengatakan China dan Amerika Serikat masih menjadi tujuan utama ekspor perdagangan nonmigas Indonesia.

"Berdasarkan data Kemendag, 10 negara tujuan utama ekspor Indonesia adalah China, Amerika Serikat, Jepang, India, Singapura, Filipina, Korea Selatan, Vietnam, dan Thailand," ujar Lutfi dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (16/4/2021).

Lutfi menyebutkan China masih menjadi negara destinasi ekspor utama, namun jumlah neraca perdagangannya USD 1,75 miliar minus per Januari 2020.

"Meski masih minus trade balance, minusnya sudah mengalami perbaikan luar biasa. Maret 2021 sudah turun USD 0,83 miliar dan Februari 2021 USD 0,16 miliar,” tambahnya.

Di sisi lain, neraca perdagangan antara Indonesia dengan Amerika Serikat tercatat surplus senilai USD 1,19 miliar per bulan Maret 2021. Kendati demikian, dia mengakui bahwa meningkatkan ekspor ke China dan Amerika Serikat merupakan hal sensitif di tengah situasi perang dagang saat ini.

Maka dari itu, Lutfi menekankan perluasan pasar ekspor non-tradisional seperti ke Afrika Utara dan Afrika Barat sangat penting untuk memacu ekspor Indonesia.

“Kita sedang menghitung akan penetrasi lebih jauh di Tiongkok atau membuka kantor perwakilan dagang di Afrika. Jadi pertimbangan penting, kita juga mempunyai kendala, ruang, dan waktu, sedang mencari titik imbangnya,” pungkas Lutfi. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD