AALI
9650
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
790
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7275
ADHI
820
ADMF
8075
ADMG
176
ADRO
2950
AGAR
324
AGII
2090
AGRO
725
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1055
AKSI
294
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.61
-0.34%
-1.85
IHSG
6996.46
-0.28%
-19.60
LQ45
1007.64
-0.31%
-3.10
HSI
22418.97
0.85%
+189.45
N225
27049.47
0.66%
+178.20
NYSE
0.00
-100%
-14811.55
Kurs
HKD/IDR 1,888
USD/IDR 14,835
Emas
871,303 / gram

Update PMK, 232.549 Positif Terpapar dan 1.333 Ekor Mati

ECONOMICS
Dimas Choirul
Kamis, 23 Juni 2022 19:32 WIB
Sebanyak 153.618 ekor hewan ternak terpapar PMK, dinyatakan sembuh 75.350 ekor, potong bersyarat 2.248 ekor dan dinyatakan mati 1.333 ekor.
Update PMK, 232.549 Positif Terpapar dan 1.333 Ekor Mati. (Foto: MNC Media)
Update PMK, 232.549 Positif Terpapar dan 1.333 Ekor Mati. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Pertanian membeberkan perkembangan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Indonesia. Sebanyak 153.618 ekor hewan ternak terpapar PMK, dinyatakan sembuh 75.350 ekor, potong bersyarat 2.248 ekor dan dinyatakan mati 1.333 ekor.

Hal itu diambil berdasarkan data yang dilihat dari situs siagapmk.id pada Kamis (23/6/2022) pukul 18.42 WIB, di mana pemerintah mencatat kasus aktif mencapai 232.542 ekor.

Dalam data itu dijelaskan Provinsi Jawa Timur menduduki peringkat pertama kasus tertinggi PMK dengan jumlah 86.734 kasus. Disusul Nusa Tenggara Barat (NTB) 35.888 kasus dan Aceh 28.514 kasus.

Sementara itu, untuk hewan ternak yang paling banyak terkena penyakit yakni sapi sebanyak 227.070 ekor, kerbau 3.735 ekor dan kambing 930 ekor.

Terkait hal ini, Pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan terkait penanganan PMK. Salah satunya akan melarang hewan hidup terutama sapi untuk bergerak di daerah yang terdampak PMK.

"Pertama untuk daerah berbasis level mikro seperti di penanganan Covid di PPKM, ini akan diberikan larangan hewan hidup dalam hal ini sapi untuk bergerak di daerah level kecamatan yang terdampak penyakit mulut dan kuku atau kita sebut dengan daerah merah," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya usai mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Selain itu, pemerintah juga akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan PMK yang akan dipimpin oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto bersama dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

"Kemudian juga disetujui untuk pengadaan vaksin yang khusus untuk tahun ini, itu sekitar 28 atau 29 juta dosis dan seluruhnya akan dibiayai dengan dana dari KPCPEN," ungkap Airlangga.

Airlangga juga menjelaskan bahwa Presiden Jokowi turut memberikan arahan untuk terus mempersiapkan obat-obatan, vaksinator, dan mekanisme keluar masuk peternakan. Menurut Airlangga, pengawasan biohazard melalui disinfektan penting untuk terus dilakukan.

"Selanjutnya terkait dengan pergantian terutama terhadap hewan yang dimusnahkan ataupun dimatikan paksa, pemerintah akan menyiapkan ganti terutama untuk peternak UMKM sekitar Rp10 juta per sapi," ucap Airlangga. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD