AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
720
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
815
ADMF
8200
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
310
AGII
2220
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
154
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1160
AKSI
272
ALDO
745
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.99
1.02%
+5.51
IHSG
7186.56
0.74%
+53.11
LQ45
1026.34
0.98%
+9.98
HSI
19763.91
-0.8%
-158.54
N225
28942.14
-0.96%
-280.63
NYSE
0.00
-100%
-15846.79
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
836,469 / gram

Warning! Inflasi Akhir Tahun Diprediksi Kembali Tinggi, Ini Penjelasannya

ECONOMICS
Heri Purnomo
Sabtu, 02 Juli 2022 09:16 WIB
Pemerintah harus memperbaiki jalur distribusi yang selama ini mengakibatkan harga-harga mengalami kenaikan.
Warning! Inflasi Akhir Tahun Diprediksi Kembali Tinggi, Ini Penjelasannya (FOTO:MNC Media)
Warning! Inflasi Akhir Tahun Diprediksi Kembali Tinggi, Ini Penjelasannya (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad memprediksi kenaikan inflasi akan kembali terjadi pada penutupan akhir tahun nanti. 

Dia melihat pada pertengahan tahun 2022 inflasi Indonesia sudah mencapai angka 4,35 persen secara tahunan (year on year/yoy) dan kemungkinan besar akan terjadi kenaikan lagi jika kondisi penyebab inflasi tidak segera diatasi. 

"Ya kalo kita lihat ini kan baru pertengahan tahun. Sekarang kalau kita lihat year to year nya kan 4,35 persen dan itu sudah dibatas angka psikologis  begitu ya. Kalau pada bulan Juni 2022 inflasi tercatat sebesar 0,61% month on month (mom), nah itu kita bisa kita hitung," ujarnya kepada MNC portal, Jumat (1/7/2022).

"Rata rata katakanlah sekarang kan inflasi bulananya 0,6 persen, Katakanlah ambil yang lebih rendah,  mislanya 0,4 persen, kemudain saat ini masih pertengahan tahun. Berartikan masih ada enam bulan lagi, kalo 0,4 saja kali 6 bulan berarti 2,4 persen. Maka otomatis inflasi bisa tembus di atas 6 dan itu pertama kali dalam sejarah nanti bahwa sejak era inflasi rendah," tambahnya. 

Tauhid mengatakan dalam kondisi seperti sekarang ini, pemerintah perlu mengendalikan komoditas yang menjadi penyebab inflasi mengalami kenaikan. 

"Jadi saya kira itu harus diantisipasi dengan menyediakan cadangan terutama makan dan minuman. dan pemerintah harus melepasnya dipasar atau operasi pasar dan saya kira itu menjadi salah satu strategi," katanya. 

Selain itu, pemerintah harus memperbaiki jalur distribusi yang selama ini mengakibatkan harga-harga mengalami kenaikan. 

"Seperti kasus minyak gorengkan problemnya terkait distribusi. Saya kira yang lain juga seperti itu dan itu  harus dikurangi sehingga bisa menekan dan bisa mengefesiensikan biaya logistik ataupun biaya distribusi," katanya. 

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 4,35 persen pada Juni 2022 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Kepala BPS Margo Yuwono menyebutkan inflasi tahunan yang berada di atas 4 persen ini merupakan yang tertinggi sejak tahun 2017 lalu.

"Inflasi kita secara yoy pada Juni 4,35 persen ini tertinggi sejak Juni 2017, dimana pada saat itu inflasi 4,37 persen," ujarnya dalam konferensi pers virtual,  Jumat (1/7/2022). 

Adapun, penyumbang kenaikan inflasi tersebut yakni, kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,47 persen atau terjadi inflasi 1,77 persen (mtm) serta Komoditas cabai merah sebesar 0,24 persen. 

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD