AALI
8900
ABBA
232
ABDA
6025
ABMM
4650
ACES
625
ACST
210
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
800
ADMF
8525
ADMG
168
ADRO
4050
AGAR
302
AGII
2520
AGRO
640
AGRO-R
0
AGRS
102
AHAP
109
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1605
AKRA
1400
AKSI
324
ALDO
705
ALKA
294
ALMI
380
ALTO
177
Market Watch
Last updated : 2022/09/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
541.91
-0.84%
-4.57
IHSG
7178.58
-0.56%
-40.32
LQ45
1025.63
-0.68%
-7.01
HSI
17933.27
-1.18%
-214.68
N225
0.00
-100%
-27313.13
NYSE
0.00
-100%
-14236.60
Kurs
HKD/IDR 1,912
USD/IDR 15,030
Emas
805,406 / gram

Ada Injeksi Kode, Meta Diduga Bisa Lacak Pengguna via Facebook dan Instagram

ECOTAINMENT
Tangguh Yudha/MPI
Sabtu, 13 Agustus 2022 07:53 WIB
Mantan insinyur Google bernama Felix Krause baru saja beri pernyataan mengejutkan terkait Meta yang bisa lacak aktivitas penggunanya.
Ada Injeksi Kode, Meta Diduga Bisa Lacak Pengguna via Facebook dan Instagram (Dok.MNC)
Ada Injeksi Kode, Meta Diduga Bisa Lacak Pengguna via Facebook dan Instagram (Dok.MNC)

IDXChannel - Seorang mantan insinyur Google bernama Felix Krause baru saja beri pernyataan mengejutkan yang ungkap Meta mampu melacak pengguna melalui browser yang ada di aplikasi Facebook dan Instagram

"Aplikasi Instagram menyuntikkan kode pelacakan mereka ke setiap situs web yang ditampilkan, termasuk saat mengklik iklan, memungkinkan mereka untuk memantau semua interaksi pengguna," kata Krause.

"Ini mencakup, setiap tombol dan tautan yang diklik, pilihan teks, tangkapan layar, serta input formulir apa pun, seperti kata sandi, alamat, dan nomor kartu kredit,” lanjutnya.

Melansir dari The Guardian, Jumat (12/8/2022) Krause menemukan injeksi kode dengan membangun alat yang dapat mencantumkan semua perintah tambahan yang ditambahkan ke situs web oleh browser.

Untuk browser normal, dan sebagian besar aplikasi, alat ini tidak mendeteksi perubahan, tetapi untuk Facebook dan Instagram menemukan hingga 18 baris kode yang ditambahkan oleh aplikasi.

Baris kode tersebut diduga memindai kit pelacakan lintas platform tertentu dan jika tidak diinstal, akan memanggil Meta Pixel yang merupakan alat pelacakan yang memungkinkan perusahaan untuk mengikuti pengguna di seluruh web dan membangun profil yang akurat dari minat mereka.

Tidak jelas sejak kapan Meta mulai melakukan hal ini. Namun dalam sebuah pernyataan, Meta mengatakan bahwa menyuntikkan kode pelacakan mematuhi preferensi pengguna tentang apakah mereka mengizinkan aplikasi untuk mengikuti mereka atau tidak.

Dan itu hanya digunakan untuk mengumpulkan data sebelum diterapkan untuk tujuan periklanan atau pengukuran yang ditargetkan bagi pengguna yang memilih keluar dari pelacakan tersebut.

“Kode ini memungkinkan kami untuk mengumpulkan data pengguna sebelum menggunakannya untuk tujuan periklanan atau pengukuran yang ditargetkan. Kami tidak menambahkan piksel apa pun. Kode disuntikkan sehingga kami dapat menggabungkan peristiwa konversi dari piksel," terangnya. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD