AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Guncangan Ekonomi Akibat Pandemi Covid-19, Intip 4 Tips Pintar Berinvestasi Saat Ini

ECOTAINMENT
Shifa Nurhaliza
Minggu, 01 Agustus 2021 11:35 WIB
Guncangan terhadap pekonomian akibat Covid-19 ini tidak hanya berdampak ke masyarakat kelas atas saja, tetapi juga kelas bawah.
Guncangan Ekonomi Akibat Pandemi Covid-19, Intip 4 Tips Pintar Berinvestasi Saat Ini. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum usai, tentu bikin semua orang khawatir. Wajar, guncangan terhadap pekonomian akibat Covid-19 ini tidak hanya berdampak ke masyarakat kelas atas saja, tetapi juga kelas bawah. 

Sebelumnya, banyak pakar menilai bahwa resesi 2020 lalu bisa lebih parah dibandingkan krismon 1998 silam. Dengan demikian, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah berinvestasi secara cermat. 

Mengutip laman resmi Sahabat Pegadaian, Minggu (1/8/2021), agar tak salah langkah, berikut tips yang wajib kamu lakukan:

1. Pilih Instrumen Investasi yang Stabil
Syarat pertama yang harus dipenuhi saat memilih investasi yang kebal resesi adalah stabil, dalam arti investasi tersebut tidak gampang terpengaruh oleh sentimen perlambatan ekonomi global.

Contoh yang paling gampang adalah investasi emas dan reksa dana nonsaham (reksa dana pendapatan tetap, uang, atau campuran). Properti juga bisa jadi pilihan investasi yang bagus meski sifatnya kurang liquid.

2. Investasi yang Diawasi OJK atau LPS
Resesi global secara langsung akan mengancam keamanan aset yang kamu simpan. Karena itu, pastikan kamu memilih jenis investasi yang sudah dilindungi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Kedua badan resmi ini bisa menjadi jaminan penting jika sewaktu-waktu bank atau manajer investasi kolaps dan tidak bisa melunasi kewajiban kepada nasabahnya. Aset milikmu akan tetap selamat.

3. Diversifikasi
Diversifikasi artinya menyebar aset ke berbagai instrumen investasi, dari yang risikonya rendah, menengah, sampai tinggi. Ini adalah langkah proteksi yang sangat efektif untuk menghadapi kondisi pasar yang tidak stabil saat resesi global terjadi. Jadi jika saat satu portfolio mengalami kerugian/penurunan, kamu masih punya harapan di instrumen investasi lainnya.

4. Perhatikan Waktu
Ketika resesi benar-benar terjadi, jangan gegabah keluar dari dunia pasar modal dan menarik seluruh asetmu. Kamu hanya perlu mengurangi jumlah investasi sampai kondisinya kembali stabil. Lebih baik amati pergerakan pasar dan temukan potensi investasi yang mungkin tidak disadari banyak orang. (SNP)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD