AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

Jual Mobil Pakai Diskon Karyawan, Sales Ini Harus Ganti Rugi Rp125 Miliar

ECOTAINMENT
Dani M Dahwilani/iNews
Rabu, 05 Mei 2021 06:23 WIB
Karyawan di pabrik mobil menerima sejumlah diskon setiap tahun dan diberi nomor karyawan yang kemudian dapat diberikan kepada kerabat untuk menerima diskon.
Jual Mobil Pakai Diskon Karyawan, Sales Ini Harus Ganti Rugi Rp125 Miliar (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Seorang sales mobil Fiat Chrysler Automobiles (FCA) didakwa jaksa federal karena mengatur konspirasi yang merugikan produsen mobil

Sang sales harus membayar ganti rugi kepada grup perusahaan otomotif yang kini dikenal dengan nama Stellantis ini sebesar 8,7 juta dolar AS atau sekitar Rp125 miliar. 

Dilansir dari Carscoops, Selasa (4/5/2021), sebuah pengaduan kriminal menuduh sales bernama Apollon Nimo (34) dari Parkway Chrysler Dodge Jeep Ram mengatur penipuan menjual diskon karyawan secara ilegal kepada pembeli yang tidak memenuhi syarat.  

FCA menawarkan diskon 5 persen kepada karyawan dan kerabat yang membeli kendaraan. Sebagian besar penjualan Nimo berada di bawah program Nomor Kontrol Pembelian Karyawan, menjadikannya sebagai penjual terbaik di seluruh negeri. 

Di luar diskon, kerugian FCA ditambah dengan bonus yang diterima sang sales. Dalam laporannya, Agen Khusus Investigasi Keamanan Dalam Negeri Joseph Kunnummyalil mencatat dari 2010 hingga 2019, karyawan tersebut menerima 700.000 dolar AS sebagai hadiah dari FCA, selain kompensasi dari dealer. 

Detroit News memberitakan penyelidik dari FCA mengetahui konspirasi tersebut setelah menemukan nomor karyawan dibeli dan dijual di grup Facebook pribadi. Banyak karyawan yang mengeluh kepada produsen mobil nomor karyawan mereka digunakan tanpa persetujuan. 

Setelah menganalisis 268 nomor yang digunakan secara ilegal, terungkap setiap orang dapat ditelusuri berasal dari Nimo dari 2016 hingga 2018. Penyidik ​​curiga ketika Nimo menjual sekitar 250 kendaraan pada Januari 2020, yang jelas sangat tinggi. 

Karyawan di pabrik mobil menerima sejumlah diskon setiap tahun dan diberi nomor karyawan yang kemudian dapat diberikan kepada kerabat untuk menerima diskon atas pembelian kendaraan baru. Dealer kemudian akan memverifikasi informasi di sistem pembuat mobil dan memasukkan nama karyawan, nama kerabat, dan nomor karyawan. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD