AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17083.15
-0.09%
-16.06
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
814,092 / gram

Sahamnya Anjlok, Colin Huang Kehilangan Rp384 Triliun

ECOTAINMENT
Aditya Pratama/iNews
Minggu, 19 September 2021 11:07 WIB
Colin Huang kehilangan banyak kekayaan tahun ini dibanding miliarder lainnya di dunia.
Sahamnya Anjlok, Colin Huang Kehilangan Rp384 Triliun (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Pendiri platform e-commerce China Pinduoduo Inc atau PDD, Colin Huang kehilangan banyak kekayaan tahun ini dibanding miliarder lainnya di dunia. 

Hal tersebut disebabkan saham perusahaan teknologinya anjlok akibat tindakan keras pemerintah China.  

Menurut Bloomberg Billionaires Index, Hong telah kehilangan lebih dari 27 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp384,11 triliun. Kerugian tersebut merupakan yang terbesar di antara 500 anggota indeks, jauh lebih besar dari kerugian yang diderita Ketua Grup Evergrande China Hui Ka Yan sebesar 16 miliar dolar AS karena tumpukan utang.  

Seruan Presiden China Xi Jinping tentang kemakmuran bersama dan mengendalikan perusahaan-perusahaan swasta telah memberi imbas besar pada miliarder negara itu. Saham Pinduoduo telah merosot tajam tahun ini dibanding Alibaba Group Holding Ltd atau Tencent Holding Ltd.  

"PPD lebih rentan terhadap tindakan keras China dibandingkan dengan rekan-rekannya dengan model yang matang dan menguntungkan, seperti Alibaba dan Tencent. Itulah alasan utama kinerja saham tertinggal dari perusahaan teknologi lainnya," kata ahli strategi sekuritas di Everbright Sun Huang Kai Co, dikutip dari Bloomberg, Minggu (19/9/2021). 

Huang, yang memiliki 28 persen saham di PDD, mendirikan perusahaan tersebut pada 2015 dan dengan cepat membangunnya menjadi raksasa e-commerce. Pengguna aktif tahunan PDD naik menjadi 788 juta pada Desember lalu, melebihi jumlah pengguna di pasar online Alibaba dengan 779 juta pengguna. Nilai pasar perusahaan mencapai puncaknya 178 miliar dolar AS sebelum turun menjadi sekitar 125 miliar dolar AS.  

Huang, yang sekarang kekayaannya turun menjadi sekitar 35 miliar dolar AS atau Rp497,9 triliun, berhenti dari perannya sebagai chief executive officer (CEO) PPD pada tahun lalu dan mengundurkan diri sebagai ketua pada Maret 2021. 

PDD adalah salah satu raksasa teknologi yang telah menjanjikan keuntungan perusahaan saat ini dan masa depan untuk berinvestasi dalam proyek-proyek filantropi di tengah kampanye Presiden Xi untuk menutup kesenjangan kekayaan China. 

Bulan lalu, perusahaan mengumumkan akan mengalokasikan 1,5 miliar dolar AS untuk membantu pengembangan pertanian di negara itu. Sebelumnya, Huang dan tim pendiri PDD juga memberikan saham perusahaan senilai 2,4 miliar dolar AS kepada yayasan amal tahun lalu.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD