AALI
9425
ABBA
288
ABDA
6050
ABMM
2450
ACES
730
ACST
194
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
805
ADMF
8175
ADMG
175
ADRO
3160
AGAR
318
AGII
2200
AGRO
815
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
262
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1540
AKRA
1185
AKSI
270
ALDO
755
ALKA
300
ALMI
296
ALTO
191
Market Watch
Last updated : 2022/08/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.36
-0.62%
-3.33
IHSG
7093.28
-0.51%
-36.00
LQ45
1005.79
-0.62%
-6.25
HSI
20040.86
-0.67%
-134.76
N225
28871.78
1.14%
+324.80
NYSE
15804.38
1.29%
+201.48
Kurs
HKD/IDR 185
USD/IDR 14,685
Emas
843,806 / gram

Siap-siap Ya, Facebook Bakal Tutup Fitur Live Shopping Mulai 1 Oktober 2022

ECOTAINMENT
Tangguh Yudha/MPI
Kamis, 04 Agustus 2022 13:19 WIB
Facebook mengatakan akan menutup fitur Live Shopping mulai tanggal 1 Oktober mendatang.
Siap-siap Ya, Facebook Bakal Tutup Fitur Live Shopping Mulai 1 Oktober 2022 (FOTO:MNC Media)
Siap-siap Ya, Facebook Bakal Tutup Fitur Live Shopping Mulai 1 Oktober 2022 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Media sosial facebook akan menutup fitur Live Shopping yang memungkinkan para pembuat konten menyiarkan dan menjual produknya ke pengguna lain.

Hal ini dilakukan sebagai inisiatif untuk mengalihkan fokus ke Reels. "Karena perilaku menonton konsumen beralih ke video pendek, kami mengalihkan fokus kami ke Reels di Facebook dan Instagram,” jelas Facebook dikutip dari The Verge, Kamis (4/8/2022).

Facebook mengatakan akan menutup fitur Live Shopping mulai tanggal 1 Oktober mendatang. Meskipun nantinya fitur ini tidak hadir di Facebook, namun pengguna masih bisa memanfaatkannya di Instagram.

Untuk diketahui, fitur Live Shopping pertama kali diluncurkan pada tahun 2018 di Thailand. Fitur ini berhasil membuka aliran pendapatan lain bagi para pembuat konten di Facebook.

Live Shopping memungkinkan influencer menyelenggarakan sesi belanja langsung mereka sendiri di mana mereka dapat memamerkan dan menjual berbagai produk, baik dari toko mereka sendiri atau melalui afiliasi.

Setelah sukses di Thailand, Facebook meluncurkan fitur tersebut dalam skala yang lebih luas pada tahun 2020, sekitar waktu yang sama ketika memperkenalkan tab belanja khusus.

Fitus Live Shopping juga sangat populer di China. Sampai-sampai membuat TikTok mengumumkan menarik kembali belanja langsung di AS dan Eropa bulan lalu.

Seperti Facebook, Instagram juga telah sangat mendorong konten bentuk pendek, dengan semua video di platform sekarang menjadi Reel. Namun alih-alih mendapat dukungan, Instagram justru dikecam banyak pihak.

Penekanan pada Reels menimbulkan kekhawatiran di antara pengguna Instagram lama yang telah mengetahui aplikasi ini sebagai cara untuk berbagi foto dengan teman.

CEO Instagram Adam Mosseri disambut dengan kemarahan setelah memberi tahu pengguna bahwa platform tersebut akan menjadi video-sentris yang dinilai para pengguna setia justru jadi lebih mirip TikTok.

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD