AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

Ini Biang Kerok Harga Minyak Mentah Dunia Terus Meroket

FOTO
Shifa Nurhaliza
Rabu, 06 Oktober 2021 14:39 WIB
Harga minyak naik pada akhir perdagangan di Amerika Serikat mencapai level tertinggi sejak 2014 dan Brent naik ke level tertinggi dalam tiga tahun ini USD82,5.
Ini Biang Kerok Harga Minyak Mentah Dunia Terus Meroket. (Foto: Tim DIgital Marketing IDX Channel)
Ini Biang Kerok Harga Minyak Mentah Dunia Terus Meroket. (Foto: Tim DIgital Marketing IDX Channel)
Ini Biang Kerok Harga Minyak Mentah Dunia Terus Meroket. (Foto: Tim DIgital Marketing IDX Channel) Ini Biang Kerok Harga Minyak Mentah Dunia Terus Meroket. (Foto: Tim DIgital Marketing IDX Channel) Ini Biang Kerok Harga Minyak Mentah Dunia Terus Meroket. (Foto: Tim DIgital Marketing IDX Channel) Ini Biang Kerok Harga Minyak Mentah Dunia Terus Meroket. (Foto: Tim DIgital Marketing IDX Channel) Ini Biang Kerok Harga Minyak Mentah Dunia Terus Meroket. (Foto: Tim DIgital Marketing IDX Channel) Ini Biang Kerok Harga Minyak Mentah Dunia Terus Meroket. (Foto: Tim DIgital Marketing IDX Channel) Ini Biang Kerok Harga Minyak Mentah Dunia Terus Meroket. (Foto: Tim DIgital Marketing IDX Channel) Ini Biang Kerok Harga Minyak Mentah Dunia Terus Meroket. (Foto: Tim DIgital Marketing IDX Channel) Ini Biang Kerok Harga Minyak Mentah Dunia Terus Meroket. (Foto: Tim DIgital Marketing IDX Channel)

IDXChannel - Harga minyak naik pada akhir perdagangan di Amerika Serikat mencapai level tertinggi sejak 2014 dan Brent naik ke level tertinggi dalam tiga tahun ini USD82,5 per barel. Tim Harga Minyak Indonesia dalam analisisnya, Rabu (6/10/2021) mengungkapkan ada empat faktor penyebab terus meningkatnya harga minyak mentah internasional. Faktor utamanya yakni akibat turunnya pasokan minyak.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Meroket ke USD82,5 per Barel, Tertinggi Sejak 2014

Turunnya pasokan ini pertama diakibatkan, berhentinya aktivitas produksi minyak mentah di kawasan Teluk Meksiko AS akibat Badai Ida dan Badai Tropis Nicholas yang berdampak pada potensi kehilangan pasokan minyak mentah mencapai 30 juta barel. 

Kedua, terganggunya pasokan minyak mentah dari Libya akibat adanya unjuk rasa yang menutup terminal ekspor minyak mentah dari negara tersebut.

BACA JUGA:
Harga Minyak Melonjak ke USD81 Dolar per Barel, Tertinggi dalam Tiga Tahun

Ketiga, OPEC melalui publikasi di bulan September 2021, menurunkan proyeksi pasokan minyak mentah tahun 2021 dari negara Non OPEC sebesar 0,15 juta barel per hari menjadi 63,85 juta barel per hari dibandingkan proyeksi pada bulan sebelumnya.

Terakhir yang keempat, turunnya pasokan minyak karena IEA melalui laporan bulan September 2021, telah terjadi penurunan pasokan minyak dunia di bulan Agustus 2021 sebesar 540.000 barel per hari menjadi 96,1 juta barel per hari.

BACA JUGA:
Harga Minyak Melonjak ke USD80 per Barel, OPEC dan Rusia Genjot Produksi 

Penyebab lainnya, OPEC melaporkan proyeksi permintaan minyak mentah dunia di tahun 2021 sebesar 96,68 juta barel per hari, naik 0,11 juta barel per hari dibandingkan proyeksi pada bulan sebelumnya.

"Peningkatan drastis harga gas alam global menjelang musim dingin akibat kurangnya pasokan gas alam sehingga minyak mentah menjadi energi substitusi dan diperkirakan dapat meningkatkan permintaan minyak mentah sebesar 550.000 barel per hari," demikian dilaporkan Tim Harga Minyak Indonesia.


Selain itu, berdasarkan laporan Energy Information Administration (EIA) terjadi penurunan stok minyak mentah, gasoline dan distillate di Amerika Serikat dibandingkan periode yang sama pada bulan sebelumnya sebagai berikut:
a. Stok Minyak Mentah turun sebesar 6,9 juta barel menjadi 418,5 juta barel.
b. Stok gasoline turun sebesar 5,4 juta barel menjadi 221,8 juta barel.
c. Stok distillate turun sebesar 7 juta barel menjadi 129,7 juta barel.

Faktor lainnya adalah nilai tukar Dolar terhadap beberapa mata uang terutama Euro cenderung melemah.

Sedangkan untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut diatas, juga dipengaruhi oleh terus bertumbuhnya permintaan gasoline di China dan permintaan gasoline di bulan September 2021 diperkirakan mencapai tingkat sebelum pandemi Covid-19. Selain itu, pencabutan pembatasan aktivitas di India akibat Covid-19 telah meningkatkan permintaan gasoline di negara tersebut.

Selengkapnya, perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan September 2021 dibandingkan bulan Agustus 2021 sebagai berikut :

- Dated Brent naik sebesar USD3,77 per barel dari USD70,81 per barel menjadi USD74,58 per barel.
WTI (Nymex) naik sebesar USD3,83 per barel dari USD67,71 per barel menjadi USD71,54 per barel.
- Basket OPEC naik sebesar USD3,37 per barel dari USD70,33 per barel menjadi USD73,70 per barel.
- Brent (ICE) naik sebesar USD4,37 per barel dari USD70,51 per barel menjadi USD74,88 per barel.

Imbas dari kondisi di atas, Pemerintah telah menetapkan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada bulan September 2021 ditetapkan USD72,20 per barel, atau naik sebesar USD4,40 per barel dari USD67,80 per barel pada Agustus 2021.

"Harga rata-rata minyak mentah Indonesia untuk bulan September 2021 ditetapkan sebesar USD72,20 per barel," demikian dikutip dari Keputusan Menteri ESDM Nomor 192.K/HK.02/MEM.M/2021 tentang Penetapan Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan September 2021 yang diteken Menteri ESDM Arifin Tasrif tanggal 4 Oktober 2021.

Sementara harga rata-rata ICP SLC sebesar USD72,25 per barel, naik sebesar USD4,26 per barel dari USD67,99 per barel.

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD