AALI
9875
ABBA
324
ABDA
6600
ABMM
1435
ACES
1270
ACST
192
ACST-R
0
ADES
3410
ADHI
835
ADMF
7625
ADMG
182
ADRO
2270
AGAR
348
AGII
1400
AGRO
1250
AGRO-R
0
AGRS
157
AHAP
69
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1115
AKRA
795
AKSI
705
ALDO
1300
ALKA
304
ALMI
288
ALTO
242
Market Watch
Last updated : 2022/01/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.87
-1.14%
-5.85
IHSG
6655.17
-1.06%
-71.21
LQ45
949.49
-1.07%
-10.27
HSI
24656.46
-1.24%
-309.09
N225
27588.37
0.24%
+66.11
NYSE
16397.34
-1.6%
-266.43
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
847,156 / gram

Menaker Ajak Generasi Muda Jadi Petani Jamur

FOTO
Kontributor MPI
Sabtu, 15 Januari 2022 10:58 WIB
Menaker menilai kebutuhan jamur saat ini sangat tinggi, yang mana dapat menjadi potensi ekonomi luar biasa bagi generasi muda.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, mengajak generasi muda untuk menjadi petani jamur.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, mengajak generasi muda untuk menjadi petani jamur.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, mengajak generasi muda untuk menjadi petani jamur. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, mengajak generasi muda untuk menjadi petani jamur. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, mengajak generasi muda untuk menjadi petani jamur.

IDXChannel - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, mengajak generasi muda untuk menjadi petani jamur. Menaker menilai kebutuhan jamur saat ini sangat tinggi, yang mana dapat menjadi potensi ekonomi luar biasa bagi generasi muda. 

Hal tersebut disampaikan Menaker saat mengunjungi Resto Jejamuran di Sleman, DIY, Sabtu (15/1/2022). Dalam kunjungan ini, Menaker juga meninjau budidaya jamur di Resto Jejamuran dengan didampingi Pemilik Resto Jejamuran, Ratidjo Hardjo. 

"Beliau (Ratidjo) ingin mendorong anak-anak muda kita menjadi petani jamur. Karena sesungguhnya kebutuhan jamur itu sangat tinggi, tetapi tidak ada anak-anak muda yang tertarik untuk bertani jamur," kata Menaker Ida. 

Menaker mencontohkan dengan kebutuhan kebutuhan jamur di Resto Jejamuran yang mencapai 1,5 ton per hari. Hal ini jika digarap dengan serius tentunya akan menghasilkan nilai ekonomi yang besar. 

Untuk itu, Menaker menyebut bahwa ke depan pihaknya akan terus menggenjot SDM kompeten di bidang pertanian melalui pelatihan-pelatihan di BLK. 

"Kementerian Ketenagakerjaan akan membuka banyak sekali BLK yang salah satu jurusannya adalah jurusannya pengembangan pertanian, termasuk pengolahan hasil pertanian," ujarnya. 

Sementara Ratidjo menyatakan siap mendukung untuk menciptakan SDM kompeten di bidang pertanian, khususnya terkait budidaya jamur. 

"Kami bekerja sama membantu Kemnaker mengajak anak-anak muda tertarik menanam jamur. Karena kebutuhan jamur di Indonesia itu cukup banyak," ujar Ratidjo. 

Foto : Kemnaker

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD