AALI
9425
ABBA
0
ABDA
6950
ABMM
1200
ACES
1260
ACST
254
ACST-R
0
ADES
2710
ADHI
935
ADMF
7650
ADMG
212
ADRO
1710
AGAR
368
AGII
1505
AGRO
2190
AGRO-R
0
AGRS
200
AHAP
69
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
199
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
570
AKRA
4040
AKSI
432
ALDO
750
ALKA
236
ALMI
240
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/09/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
458.77
0.31%
+1.43
IHSG
6112.26
-0.01%
-0.85
LQ45
862.21
0.27%
+2.33
HSI
24352.68
-0.6%
-147.71
N225
29442.14
-2.46%
-741.82
NYSE
16328.79
-1.63%
-271.00
Kurs
HKD/IDR 1,831
USD/IDR 14,265
Emas
796,218 / gram

Diteken Jokowi, Ini Aturan Mendatangkan Pekerja Asing ke RI

MARKET NEWS
Fahmi Abidin
Rabu, 24 Februari 2021 16:45 WIB

IDXChannel - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meneken Peraturan Pemerintah (PP) No. 34/2021. Aturan ini merupakan turunan UU Cipta Kerja yang mengatur seraca penuh mengenai penggunaan tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia.

salah satu dasar penerbitan PP ini adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), di mana setiap perusahaan yang mempekerjakan TKA agar melakukan dapat melaksanakan alih teknologi dan alih keahlian kepada pekerja asli Indonesia.

Terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi untuk mempekerjakan TKA di Indonesia berdasarkan ketentuan dalam PP tersebut. Pasal 6 ayat 1 menyebutkan setiap pemberi kerja TKA yang mempekerjakan TKA wajib memiliki Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) yang disahkan oleh menteri atau pejabat yang ditunjuk.

Pada ayat 2, disebutkan bahwa dalam hal pemberi kerja TKA akan mempekerjakan TKA yang sedang dipekerjakan oleh pemberi kerja TKA lain, masing masing pemberi kerja TKA wajib memiliki pengesahan RPTKA.

"Pemberi kerja TKA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) wajib mempekerjakan TKA sesuai dengan pengesahan RPTKA," bunyi ayat 3 PP34/2021 dikutip oleh MNC Portal News, Rabu (24/2/2021).

Berdasarkan aturan yang tertuang dalam di pasal 7 ayat 1, pemberi kerja TKA wajib:
a. menunjuk tenaga kerja warga negara Indonesia sebagai tenaga kerja pendamping TKA yang dipekerjakan untuk alih teknologi dan alih keahlian dari TKA;
b. melaksanakan pendidikan dan pelatihan kerja bagi tenaga kerja pendamping TKA sebagaimana dimaksud pada huruf a sesuai dengan kualiflkasi jabatan yang diduduki oleh TKA; dan,
c. memulangkan TKA ke negara asalnya setelah perjanjian kerjanya berakhir.

"Selain kewajiban pemberi kerja TKA sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pemberi kerja TKA wajib memfasilitasi pendidikan dan pelatihan bahasa Indonesia kepada TKA," demikian bunyi ayat 2.

Namun, ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, huruf b, dan ayat (2) tidak berlaku bagi:
a. direksi dan komisaris;
b. kepala kantor perwakilan;
c. pembina, pengurus, dan pengawas yayasan; dan,
d. TKA yang dipekerjakan untuk pekerjaan bersifat sementara.

Pasal 8 ayat 1 menerangkan bahwa pemberi kerja TKA wajib mendaftarkan TKA dalam program jaminan sosial nasional bagi TKA yang bekerja lebih dari 6 bulan, atau program asuransi pada perusahaan asuransi bagi TKA yang bekerja kurang dari 6 bulan.

Program asuransi bagi TKA yang bekerja kurang dari 6 bulan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit menjamin perlindungan untuk jenis risiko kecelakaan kerja.

Dalam PP 34/2021 tersebut juga terdapat larangan penggunaan TKA dalam situasi tertentu. Seperti dijelaskan dalam pasal 9, pemberi kerja orang perseorangan dilarang mempekerjakan TKA. Sesuai pasal 10, pemberi kerja TKA dilarang mempekerjakan TKA rangkap jabatan dalam perusahaan yang sama.

Pasal 11 juga memuat beberapa larangan lainnya, yaitu (1) pemberi kerja TKA dilarang mempekerjakan TKA pada jabatan yang mengurusi personalia. (2) Jabatan yang mengurusi personalia sebagaimana dimaksud pada ayat 1 ditetapkan oleh menteri setelah mendapat masukan dari kementerian/ lembaga terkait. (TYO)

Diteken Jokowi, Ini Aturan Mendatangkan Pekerja Asing ke RI. (Foto: Tim Digital Marketing IDX Channel)
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD