AALI
10125
ABBA
232
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
272
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
1165
ADMF
0
ADMG
167
ADRO
1195
AGAR
410
AGII
1100
AGRO
900
AGRO-R
0
AGRS
595
AHAP
71
AIMS
480
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3220
AKSI
0
ALDO
890
ALKA
238
ALMI
240
ALTO
344
Market Watch
Last updated : 2021/05/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
28013.81
0%
0.00
N225
28608.59
0%
0.00
NYSE
16355.62
0%
0.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,195
Emas
838,803 / gram

Dari Pemulung Jadi Sukses, Pria Ini Ajak Orang Sekampung Naik Heli

INSPIRATOR
Yulistyo Pratomo
Jum'at, 12 Maret 2021 11:36 WIB
Tidak semua orang menjadi kacang lupa kulitnya, Lelaki Malaysia ini mengajak seluruh tetangga di kampung halamannya mencoba naik helikopter pribadinya.
Dari Pemulung Jadi Sukses, Pria Ini Ajak Orang Sekampung Naik Heli. (Foto: Facebook/Muhammad Azlan Al-Amin)

IDXChannel - Tidak semua orang menjadi kacang lupa kulitnya, setidaknya itulah yang terjadi pada pria bernama Muhammad Azlan Al-Amin. Lelaki asal Besut, Terengganu, Malaysia mengajak seluruh tetangga di kampung halamannya mencoba naik helikopter pribadinya.

Mengutip dari World of Buzz, Jumat (12/3/2021), pengusaha yang tadinya merupakan seorang pemulung ini menyempatkan diri untuk bertemu dengan saudara-saudaranya di kampung halaman. Tidak ingin sekadar mampir, dia pun mengajak warga di desanya untuk naik dan mengudara dengan helikopter miliknya.

Melihat kebahagiaan yang terpancar dari warga desa, Azlan lantas membagikan foto-fotonya ke laman Facebook. Dari gambar yang dia bagikan, tampak warga mengantre untuk dapat naik ke helikopter milknya itu.

“Kebahagiaan mereka adalah kebahagiaanku. Alhamdulillah, kami telah mengajak hampir 300 penduduk desa dengan helikopter dalam enam hari di Besut,” kata Azlan.

“Terima kasih atas saran dari pihak berwenang. Kami mengurus SOP yang diperlukan seperti memberikan daftar nama warga yang berkunjung serta mencatat suhu tubuh mereka,” imbuh Azlan.

Meski demikian, Azlan mengaku tidak memungut biaya apapun dari warga desa tersebut. Meski dia mengaku tindakannya telah memakan biaya yang cukup besar.

“Jangan tanya saya berapa biaya selama enam hari saya membawa helikopter kembali, akan ada banyak yang akan terkejut. Apa pun itu, kebahagiaan mereka adalah kebahagiaanku. Terima kasih untuk mereka yang mendoakan saya,” tambah Azlan.

Menurut Sinar Harian, Azlan berasal dari keluarga yang kurang mampu. Dia sempat bekerja menjadi pemulung selama enam bulan.

Setelah itu, dia mencoba berwirausaha hingga akhirnya menjadi pengusaha real estate yang sukses. Kisah hidupnya diabadikan dalam buku berjudul Rahasia Pengutip Sampah Jadi Jutawan. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD