14 Calon Emiten Baru, 8 Perusahaan Beraset di Atas Rp250 Miliar

Market News
Shifa Nurhaliza
Jumat, 07 Agustus 2020 14:15 WIB
Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2020 meurun, namun minat investor tetap tinggi.
14 Calon Emiten Baru, 8 Perusahaan Beraset di Atas Rp250 Miliar. (Foto: Ist)

IDXChannel – Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2020 menurun, namun minat investor tetap tinggi. Pasalnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat 68 emiten mengajukan penawaran umum untuk menarik investor. Dana yang akan mereka serap di pasar modal diperkirakan mencapai Rp40,54 triliun

“Dalam pipe line per 28 Juli 2020 terdapat 68 emiten yang akan penawaran umum. Dengan total penawaran diperkirakan mencapai 40,54 triliun," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, di Jakarta, pada Kamis (6/8/2020).

Diungkapkan Wimboh, adanya penawaran umum di pasar modal merupakan sinyal positif dan masih tingginya minat pelaku usaha menghimpun dana melalui pasar modal domestik.

Sementara itu, dijelaskan Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna, sampai dengan 6 Agustus 2020, terdapat 34 Perusahaan Tercatat baru di BEI dengan total nilai penggalangan dana mencapai Rp3,98 triliun.

“Selain itu masih terdapat 14 perusahaan yang berencana akan melakukan pencatatan saham di BEI dan bergerak pada beberapa sektor dengan rincian, 4 perusahaan dari sektor trade, services and investment, 4 perusahaan dari sektor property, real estate dan building construction, 2 perusahaan dari sektor consumer goods industry, dan 4 perusahaan lainnya merupakan perusahaan yang bergerak pada sektor agriculture, sektor miscellaneous industry, infrastructure utilities & transportation, serta finance,” jelasnya kepada awak media, pada Jumat (6/8/2020).

Dari keseluruhan jumlah pipeline yang merencanakan tercatat di 2020 tersebut, ditambahkan Nyoman, proceed belum dapat disampaikan karena masih dalam proses penentuan harga saham.

“Selanjutnya, kategori dari 34 Perusahaan Tercatat baru saham pada tahun 2020 berdasarkan skala aset sebagaimana yang diatur dalam POJK 53 adalah 17 perusahaan besar (aset lebih dari Rp250 miliar), 11 perusahaan menengah (Rp50 miliar aset kurang lebih Rp250 miliar), dan 6 perusahaan kecil (aset kurang lebih Rp50 miliar),” ungkapnya.

Dilanjutkan Nyoman, sedangkan untuk 14 perusahaan di dalam pipeline BEI dapat dikategorikan dengan rincian, 8 perusahaan besar (aset lebih dari Rp250 miliar), dan 6 perusahaan menengah (Rp50 miliar aset kurang lebih Rp250 miliar). (*)

Baca Juga