75 Tahun Dekat Dengan Pelanggan, Ini Strategi PLN Hadapi Pandemi

Market News
Shifa Nurhaliza
Selasa, 27 Oktober 2020 14:15 WIB
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan konsumsi listrik terus meningkat selama pandemi covid-19.
75 Tahun Dekat Dengan Pelanggan, Ini Strategi PLN Hadapi Pandemi. (Foto: Ist)

IDXChannel - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan konsumsi listrik terus meningkat selama pandemi covid-19. Peningkatan khususnya di segmen rumah tangga terjadi saat banyak kantor menerapkan sistem bekerja dari rumah.

PLN mencatat penjualan listrik pada Juli 2020 mencapai 20,19 Terra Watt Hour atau twh. Angka tersebut lebih tinggi 4,7% dibandingkan realisasi pada Juni 2020 sebesar 19,27 twh.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN persero, Bob Saril mengatakan bahwa secara umum tren pertumbuhan tenaga listrik selama 5 tahun terakhir di atas 2 persen.

"Kalau kita melihat tren pertumbuhan tenaga listrik 5 tahun terakhir ini memang di atas 2%. Rata-rata yang paling tinggi itu tercapai di 2016 sebesar 6,41 persen, kemudian di 2017 itu 3,57 persen, naik lagi di 2018 sebesar 5,14 persen, dan turun lagi sedikit di 2019 itu 4,57 persen," ungkapnya dalam program Market Review IDX Channel, Senin (26/10/2020).

Adapun dari sisi strategi PLN memenuhi permintaan tersebut, Bob mengatakan bahwa perseroan telah memenuhi kesediaan pasokan tenaga listrik.

"Dari segi strategi, tentu saja pertama kali dengan kesiapan kita dalam bentuk kesediaan pasokan. Hampir disemua sistem kita itu, pasokan tenaga listriknya sudah memiliki cadangan yang cukup yaitu rata-rata di atas 30%. Ini sangat membahagiakan dengan adanya program pemerintah 35.000 megawatt dan sebelumnya adalah 10.000 megawatt," jelasnya.

Hal ini menunjukkan bahwa penyediaan infrastruktur ketenagalistrikan sudah sangat baik sekali. Lanjut Bob, persiapan PLN lainnya adalah tekait jaringan. "PLN terus menambah jaringan yang terasosiatif dengan 35.000 megawatt tadi yaitu membangun transmisi, distribusi, dan sudah masuk di dalam sistem," katanya.

Bob juga mengungkapkan bahwa yang terakhir itu adalah persiapan sistem distribusi PLN untuk ke pelanggan. PLN telah menyiapkan sistem di mana potensi agar lebih cepat ke depannya di daerah dan kawasan industri yang akan dibangun.

"Kita juga sudah menyiapkan jaringannya dan menunggu dari investor masuk tinggal kita nyalakan saja," imbuh Bob.

Bob menyampaikan bahwa PLN juga telah mempersiapkan kondisi pandemi Covid-19 ini dengan tetap melayani pelanggan dengan sebaik-baiknya. "Yang paling utama adalah menjaga keandalan mereka dan kita sudah berkomitmen dengan adanya pandemi ini tidak mengurangi sedikitpun pelayanan PLN pada masyarakat baik itu konsumen rumah tangga, bisnis, maupun industri. Jadi kita tetap bekerja 24 jam 1 hari, 7 hari dalam 1 Minggu, dan 30-31 hari dalam satu bulan tanpa henti untuk melayani masyarakat," tandasnya.

Kementerian ESDM menyatakan konsumsi listrik pada Juli 2020 merupakan yang tertinggi sejak awal pandemi Covid-19. Angka tersebut diprediksi terus mengalami peningkatan hingga akhir 2020.

Sementara itu, data lain juga mengungkapkan bahwa pelanggan golongan rumah tangga menjadi penyumbang terbesar konsumsi listrik pada Juli 2020, kenaikan sebesar 10% dan 58,82 twh menjadi 64,74 twh, sedangkan konsumsi listrik golongan bisnis, industri dan sosial justru turun karena pandemi Covid-19. (*)

Baca Juga