AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

Adhi Karya Dapat Proyek Baru Rp 19,7 Triliun di 2020

MARKET NEWS
Rista Rama Dhany
Rabu, 27 Januari 2021 12:45 WIB
Adhi Karya sepanjang 2020 memperoleh kontrak baru senilai Rp 19,7 triliun. Jumlah tersebut meningkat signifikan sekitar 43% dibandingkan periode sebelumnya.
Adhi Karya Dapat Proyek Baru Rp 19,7 Triliun di 2020 (FOTO: MNC Media)

IDXChannel – PT Adhi Karya Tbk (ADHI) sepanjang 2020 memperoleh kontrak baru senilai Rp 19,7 triliun. Jumlah tersebut meningkat signifikan sekitar 43% dibandingkan periode sebelumnya Rp 14,7 triliun.

Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Rabu (27/1/2021), 93% dari total kontrak tersebut merupakan proyek konstruksi dan energi. Sisanya 6% berasal dari kontrak proyek properti dan lainnya.

Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek Gedung sebesar 19%, MRT sebesar 7%, jalan dan jembatan sebesar 56%, serta proyek Infrastruktur lainnya seperti pembuatan bendungan, bandara, dan proyek-proyek EPC sebesar 18%. 

Berdasarkan segmentasi kepemilikan, realisasi kontrak baru dari Pemerintah sebesar 44%, BUMN sebesar 11%, Swasta sebesar 5%, dan Investasi sebesar 40%. 

Untuk merealisasikan proyek tersebut Perseroan menyiapkan anggaran belanja modal atau Capital Expenditure (Capex) sebesar Rp3 triliun di 2021.

Perseroan memperkirakan akan ada peningkatan kontrak baru sebesar 20% dibandingkan tahun ini. Sebagian besar atau 70% didominasi oleh proyek pemerintah.

Selain itu, pencapaian laba bersih 2021 masih belum dapat sepenuhnya pulih dari keadaan di tahun 2019. Namun perseroan merencanakan akan tetap ada peningkatan dari tahun 2020. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD