AALI
8250
ABBA
214
ABDA
6025
ABMM
3960
ACES
610
ACST
176
ACST-R
0
ADES
7175
ADHI
715
ADMF
8300
ADMG
167
ADRO
3960
AGAR
292
AGII
2350
AGRO
550
AGRO-R
0
AGRS
90
AHAP
85
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
164
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1635
AKRA
1350
AKSI
316
ALDO
655
ALKA
290
ALMI
392
ALTO
181
Market Watch
Last updated : 2022/09/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.58
0.21%
+1.10
IHSG
7040.80
0.07%
+4.60
LQ45
1011.48
0.24%
+2.44
HSI
17222.83
0.33%
+56.96
N225
25937.21
-1.84%
-484.84
NYSE
13608.29
-1.63%
-224.91
Kurs
HKD/IDR 1,939
USD/IDR 15,260
Emas
819,860 / gram

Alibaba Berupaya Bertahan di Bursa AS Meski Ada Masalah Audit

MARKET NEWS
Tim IDXChannel
Senin, 01 Agustus 2022 17:00 WIB
Alibaba Group Holding Ltd ( 9988.HK ) bakal berupaya untuk tetap tercatat di Bursa Efek New York meskipun terbelit masalah audit oleh otoritas Amerika Serikat.
Alibaba Berupaya Bertahan di Bursa AS Meski Ada Masalah Audit. (Foto: MNC Media)
Alibaba Berupaya Bertahan di Bursa AS Meski Ada Masalah Audit. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Alibaba Group Holding Ltd ( 9988.HK ) bakal berupaya untuk tetap tercatat di Bursa Efek New York. Hal itu sejalan dengan rencana otoritas Amerika Serikat (AS) mendepak raksasa e-commerce China itu dari bursa akibat masalah audit.

Alibaba pada akhir pekan lalu menjadi perusahaan terakhir dalam daftar 270 perusahaan China yang mungkin delisting oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS karena tidak memenuhi persyaratan audit.

Holding Foreign Companies Accountable Act ( HFCAA ) yang ditugaskan untuk mengatasi perselisihan yang sudah berlangsung cukup lama itu. Tujuannya untuk menghapus perusahaan asing dari bursa AS jika mereka gagal mematuhi standar audit Amerika selama tiga tahun berturut-turut.

Pada hari Senin, Alibaba buka suara terkait hal tersebut. “Alibaba akan terus memantau perkembangan pasar, mematuhi undang-undang dan peraturan yang berlaku, dan berusaha untuk mempertahankan status pencatatannya di NYSE dan Bursa Efek Hong Kong," katanya dalam sebuah pernyataan kepada bursa Hong Kong.

Regulator AS telah menuntut akses penuh untuk mengaudit laporan keuangan dari  perusahaan China yang terdaftar di New York. Laporan keuangan tersebut disimpan di China, dan Beijing melarang audit oleh orang asing dari kantor akuntan lokal.

Aturan AS memberi waktu kepada perusahaan China hingga awal 2024 untuk mematuhi persyaratan audit, meskipun kongres sedang mempertimbangkan undang-undang bipartisan yang dapat mempercepat tenggat waktu hingga 2023.

China mengatakan kedua belah pihak berkomitmen untuk mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan sengketa audit.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD