AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

AS Mau Lepas Cadangan Strategis, Harga Minyak Langsung Merosot

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Selasa, 23 November 2021 10:01 WIB
Harga minyak mentah merosot pada perdagangan Selasa pagi (23/11/2021). Salah satu pemicunya karena Amerika Serikat (AS) akan melepas cadangan strategisnya.
AS Mau Lepas Cadangan Strategis, Harga Minyak Langsung Merosot (FOTO: MNC Media)
AS Mau Lepas Cadangan Strategis, Harga Minyak Langsung Merosot (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Harga minyak mentah merosot pada perdagangan Selasa pagi (23/11/2021). Salah satu pemicunya karena Amerika Serikat (AS) akan melepas cadangan strategis minyak mentahnya.

Departemen Energi AS diperkirakan akan mengumumkan pinjaman minyak dari cadangan strategis mereka pada hari ini, dan akan dikoordinasikan dengan sejumlah negara lain, kata seorang sumber dari pemerintahan Joe Biden yang mengetahui situasi tersebut.

Hingga pukul 09:35 WIB, minyak mentah berjangka jenis Brent turun -0,08 persen di USD79,46 per barel, sedangkan minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) anjlok -0,52 persen di harga USD76,35.

Kedua acuan minyak mentah tersebut sempat naik 1 persen pada Senin lalu ketika ada laporan dari kelompok organisasi negara pengekspor minyak bumi dan sekutunya (OPEC+) yang akan menyesuaikan rencana mereka apabila ada negara konsumen besar yang melepaskan cadangan mereka, atau jika lonjakan angka kasus pandemi mengurangi permintaan.

Analis komoditas memandang kabar rencana pelepasan cadangan strategis minyak mampu mendorong harganya kembali di bawah USD80 per barel. Namun, menurut Analis Rystad Energy Louise Dickson melihat hal ini hanya berdampak sementara.

Dickson justru mengalihkan perhatian pasar terhadap perkembangan kasus Covid-19 di Eropa yang bakal berdampak besar jika kebijakan lockdown diterapkan di sebagian besar negara.

"Ketika Eropa, dan khususnya Eropa Timur, berjuang untuk menghentikan penyebaran COVID-19, risiko dampak lockdown sepertinya bakal besar," kata Louise Dickson, dilansir Reuters, Selasa (23/11). (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD