Aset Negara Meningkat Jadi Rp10,467 Triliun Usai Revaluasi

Market News
Shifa Nurhaliza
Jumat, 10 Juli 2020 17:45 WIB
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan mencatat adanya aset negara yang melonjak tajam menjadi Rp10.467 triliun.
Aset Negara Meningkat Jadi Rp10,467 Triliun Usai Revaluasi. (Foto: Ist)

IDXChannel - Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan mencatat adanya aset negara yang melonjak tajam menjadi Rp10.467 triliun setelah adanya revaluasi aset pada 2018 dan telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dikatakan Direktur Barang Milik Negara (BMN) DJKN, Encep Sudarwan, per 31 Desember 2019 tercatat aset negara naik hingga 65% dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp6.325 triliun.

“Itulah hasil revaluasi, menaikkan aset sekitar Rp4.000 triliun, kemarin kan kita nilai, alhamdullilah sudah selesai sudah diaudit BPK dan keluar opininya WTP (wajar tanpa pengecualian), aset tetap kita meningkat,” kata Encep dalam diskusi virtual, pada Jumat (10/7/2020).

Dengan adanya kenaikan aset tersebut, berpengaruh pada ekuitas negara yang juga melonjak signifikan dari Rp1.407 triliun menjadi Rp5.127 triliun. Sementara liabilitas naik dari Rp4.917 triliun menjadi Rp5.340 triliun.

“Modal kita meningkat, ekuitas kita. Jadi kita sekarang di neraca total aset Rp10.467 triliun, Rp6.000 triliunnya merupakan aset tetap,” kata Encep. Kemudian, aset lancar naik dari Rp437 triliun menjadi Rp491 triliun dalam setahun terakhir. Investasi jangka panjang naik dari naik menjadi Rp3.001 triliun dari Rp2.877,28 triliun.

Sekadar informasi, revaluasi aset adalah penilaian kembali aset yang dimiliki suatu entitas sehingga mencerminkan nilai aset sekarang. Revaluasi aset dilakukan oleh 71 Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) di seluruh Indonesia. (*)

Baca Juga