BEI Selesai RUPST, Pendapatan Meningkat di 2019 Jadi Rp1,56 Triliun

Market News
Fahmi Abidin
3 hari yang lalu
Hasil RUPST, Sepanjang 2019 BEI berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,56 triliun atau meningkat 12,4%.
BEI Selesai RUPST, Pendapatan Meningkat di 2019 Jadi Rp1,56 Triliun. (Foto: Ist)

IDXChannel – Bursa Efek Indonesia sukses menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2020 yang diadakan secara online sesuai protokol kesehatan pada Selasa (30/6/2020). Sepanjang 2019, BEI berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,56 triliun atau meningkat 12,4% dari pendapatan usaha di 2018 yakni Rp1,38 triliun.

Secara keseluruhan jumlah total pendapatan Perusahaan sebesar Rp1,91 triliun atau meningkat 16,2% dari 2018 yakni Rp1,64 triliun. Sementara itu, jumlah beban di 2019 sebesar Rp1,33 triliun atau meningkat 5,3% dari 2018. Meski terdapat kenaikan beban, Perusahaan tetap berhasil mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp445 miliar di 2019 atau tumbuh 67,4%.

Pada 2019, BEI membukukan nilai total aset sebesar Rp7,20 triliun atau mengalami kenaikan 5,8% dari 2018. Total kewajiban Perusahaan (liabilitas) sebesar Rp2,75 triliun atau turun 5,8% dengan komponen utama penurunan berasal dari liabilitas penyelesaian transaksi Bursa. Terakhir, total ekuitas Perusahaan sebesar Rp4,45 triliun atau mengalami kenaikan 14,6% dibandingkan tahun sebelumnya.

Prestasi dan Pencapaian

Prestasi dan pencapaian yang diperoleh oleh BEI merupakan cerminan respon pasar yang positif. Adapun pencapaian yang telah diraih sepanjang 2019 diantaranya, yaitu dari segi perdagangan, BEI berhasil menjadi bursa yang mencapai jumlah frekuensi transaksi harian saham tertinggi di kawasan ASEAN. Pada 2019, rata-rata transaksi harian BEI mencapai 469 ribu transaksi perhari, lebih unggul dari Thailand yakni 308 ribu transaksi per hari.

Dari segi Perusahaan Tercatat, pada 2019 BEI berhasil memfasilitasi 76 pencatatan efek baru yang terdiri dari 55 Perusahaan Tercatat, atau merupakan angka pencatatan tertinggi di ASEAN, kemudian diikuti pencatatan 14 Exchange Traded Fund (ETF), 2 Efek Beragun Aset (EBA), 2 Perusahaan Penerbit Obligasi Baru, 2 Dana Investasi Real Estat (DIRE) dan 1 Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA).

Sementara itu, dari segi pengembangan investor, pada 2019 total jumlah investor di Pasar Modal Indonesia mencapai 2,48 juta, atau mengalami pertumbuhan sebesar 53% dari 2018 sebanyak 1,6 juta.

Sementara pada periode yang sama, investor saham telah mencapai 1,10 juta investor atau naik 30% dibandingkan 2018 yang baru mencapai sebanyak 852 ribu investor. Sampai dengan Mei 2020, jumlah investor Pasar Modal Indonesia mencapai 2,81 juta, dengan investor saham mencapai angka 1,19 juta investor. (*)

Baca Juga