BEI Terus Lakukan Pengawasan untuk Penyelenggaraan yang Teratur, Wajar dan Efisien

Market News
Fahmi Abidin
Jumat, 10 Januari 2020 16:45 WIB
Awali 2020 dengan penuh optimisme, Bursa Efek Indonesia (BEI) sosialisaikan upaya Bursa dalam menyelenggarakan perdagangan saham yang teratur, wajar dan efisien
BEI Terus Lakukan Pengawasan untuk Penyelenggaraan yang Teratur, Wajar dan Efisien. (Foto: Ist)

IDXChannel – Awali 2020 dengan penuh optimisme, Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) sosialisaikan upaya Bursa dalam menyelenggarakan perdagangan saham yang teratur, wajar dan efisien, pada Jumat (10/1/2020) di Gedung BEI, Jakarta.

Maraknya pemberitaan terkait pemahaman “saham gorengan” mendorong Manajemen BEI untuk kembali memberikan edukasi, serta meluruskan hal tersebut kepada masyarakat pada umumnya, dan investor di Pasar Modal Indonesia, pada khususnya.

Apa Itu Saham Gorengan?

Istilah “saham gorengan” seringkali digunakan oleh publik terhadap saham-saham yang memiliki volatilitas tinggi dan tidak didukung oleh fundamental dan informasi yang memadai.

“Dalam menyikapi saham-saham yang memiliki volatilitas tinggi, dan tidak didukung oleh fundamental, serta informasi yang memadai, BEI selalu melakukan tindakan yang sesuai dan memadai untuk mengatasi hal tersebut,” ungkap Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Kristian S. Manullang seperti dikutip dari laman www.idx.co.id.

Untuk mempermudah investor, seluruh tindakan pengawasan Bursa untuk menjaga keteraturan, kewajaran, dan efisiensi dari penyelenggaraan perdagangan efek, dapat dipantau dengan mengakses website Bursa Efek Indonesia.

Setelah itu, ditambahkan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Laksono Widodo, bahwa kepercayaan diri Bursa atas perdagangan tahun ini dilihat dari penetapan target rata-rata nilai transaksi harian bursa yang mencapai Rp9,5 triliun.

Optimisme tersebut didasari oleh beberapa inisiatif strategis yang telah disiapkan oleh Bursa untuk mencapai target-target pada tahun 2020, seperti penyusunan berbagai program pengembangan perdagangan pasar obligasi, program untuk peningkatan literasi dan inklusi pasar modal, program peningkatan perlindungan investor, serta serangkaian program lainnya yang mendukung efisiensi proses pencatatan.

Apa Itu Market Maker?

Sementara itu, dijelaskan pula pemahaman terkait salah satu istilah dalam perdagangan, yaitu “market maker”. Dalam penyelenggaraan perdagangan pasar modal, istilah “market maker” sering beredar dan sudah menjadi hal yang umum praktiknya di bursa-bursa lain di dunia.

Market maker adalah pihak yang ditunjuk oleh Bursa untuk selalu menyediakan kuotasi bid and offer dalam jumlah yang memadai. Dalam pelaksanaan dan pengembangannya, Bursa akan terus mengkaji aturan mengenai market maker agar ke depannya dapat meningkatkan likuiditas serta kualitas perdagangan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan jumlah investor di pasar modal.

Dengan kepercayaan diri, didukung oleh kerja keras segenap regulator Pasar Modal yang berkolaborasi bersama Pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan, Self-Regulatory Organization, Perusahaan Tercatat, dan Anggota Bursa, BEI optimis dapat mengimplementasikan program-program pengembangan pasar modal yang sudah direncanakan untuk kemajuan Pasar Modal Indonesia yang lebih baik. (*)

Baca Juga