Berlaku 1 Juli, Dirjen Pajak : Enam Perusahaan Digital Ini Siap Dipungut PPN

Market News
Shifa Nurhaliza
7 hari yang lalu
Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo, mengungkapkan saat ini baru enam perusahaan luar negeri yang siap memungut PPN atas produk konten digital.
Berlaku 1 Juli, Dirjen Pajak : Enam Perusahaan Digital Ini Siap Dipungut PPN. (Foto: Ist)

IDXChannel - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo, mengungkapkan hingga saat ini baru enam perusahaan di luar negeri yang mengaku siap untuk memungut pajak pertambahan nilai (PPN) atas produk jasa konten digital.

Suryo memastikan bahwa akan ada enam perusahaan digital asing yang telah siap menjadi pemungut pajak pertambahan nilai (PPN) atas produk digital yang di perjual belikan di indonesia. Ditambahkan bahwa pihaknya terus melakukan pembicaraan dengan sejumlah perusahaan layanan digital lain sehingga diharapkan terus bertambah.

“Pihak kami akan memastikan dan berupaya agar jumlah tersebut terus bertambah melalui sistem elektronik atau PMSE, seiring dengan pemberlakuan PPN atas produk perusahaan digital asing yang akan di mulai 1 juli 2020," jelasnya kepada Video Jurnalist (VJ) IDX Channel, Raharjo Padmo, pada Jumat (26/6/2020).

Menurut Suryo, hal ini sudah sesuai ketentuan untuk bisa memungut PPN atas transaksi yang dilakukan di Indonesia. “Berbagai komunikasi yang di bangun dengan perusahaan digital asing, salah satunya mengenai persiapan infrastruktur perusahaan dalam memungut PPN. Dalam sisi administrasi, nantinya akan terjadi perubahan pada invoice yang diterima konsumen, akibat adanya tambahan pungutan PPN sebesar 10%,” imbunnya.

Adapun pengenaan pajak telah tertuang dalam PMK No.48/PMK.03/2020 tentang Tata Cara Penunjukan Pemungut, Pemungutan, dan Penyetoran, serta Pelaporan Pajak Pertambahan Nilai atas Pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dan/atau Jasa kena Pajak dari Luar Daerah Pabean di Dalam Daerah Pabean Melalui Perdagangan Melalui Sistem Elektronik.

“Yang diharapkan menjadi pemungut PPN seperti google, netflix, spotify, zoom, amazon, dan perusahaan digital luar negeri lainnya,” jelasnya. (*)

Baca Juga