BI Rampungkan Pengaturan Rasio Intermediasi Makroprudensial
Market News
Fahmi Abidin
Jumat, 20 September 2019 15:45 WIB
BI penyempurnaan terhadap peraturan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dan RIM Syariah yang akan diberlakukan mulai 2 Desember 2019.
BI Rampungkan Pengaturan Rasio Intermediasi Makroprudensial. (Foto: Ist)

IDXChannel – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 18-19 September menghasilkan beberapa kebijakan, salah satunya penyempurnaan terhadap peraturan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dan RIM Syariah yang akan diberlakukan mulai 2 Desember 2019.

Penyempurnaan tersebut dimaksudkan untuk menambah komponen pinjaman atau pembiayaan yang diterima bank sebagai komponen sumber pendanaan bank dalam RIM konvensional dan Syariah.

Menurut Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo melakukan penyempurnaan aturan tersebut adalah demi meningkatkan kapasitas penyaluran kredit perbankan dan mendorong permintaan kredit pelaku usaha.

Seperti yang diketahui BI telah melonggarkan RIM dari 82 hingga 92% menjadi 84 hingga 94% pada Maret lalu. “RIM kita perlonggar karena sekarang sudah mencapai 93,1% sehingga kita tidak ingin RIM menjadi kendala bank dalam pembiayaan kredit,” katanya di Jakarta, Kamis (19/9).

BI menyebutkan bahwa Kebijakan itu akan tetap dilakukan dengan prinsip kehati-hatian sehingga mendorong bank yang memiliki kualitas kredit baik dengan Non Performing Loan (NPL) rendah dan modal untuk mendanai yang memadai.

Pelonggaran RIM dilakukan sebagai respon pemerintah dalam antisipasi kondisi perekonomian internasional  yang terganggu akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

“Kita juga melonggarkan RIM itu yang sudah kita lakukan. Jadi langkah ini sekaligus antisipasi dampak negatif ketegangan perdagangan dunia,” pungkasnya. (*)

Baca Juga