AALI
9350
ABBA
284
ABDA
0
ABMM
2430
ACES
735
ACST
199
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
790
ADMF
8125
ADMG
176
ADRO
3140
AGAR
322
AGII
2260
AGRO
775
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
102
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
156
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1155
AKSI
272
ALDO
750
ALKA
292
ALMI
302
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/16 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.44
0.76%
+4.08
IHSG
7115.20
0.31%
+21.92
LQ45
1012.61
0.68%
+6.82
HSI
19765.62
-1.37%
-275.24
N225
28868.91
-0.01%
-2.87
NYSE
15794.33
-0.06%
-10.05
Kurs
HKD/IDR 190
USD/IDR 14,725
Emas
843,472 / gram

BI Rate Tak Sesuai Ekspektasi, Penyebab IHSG Ambruk Hari Ini

MARKET NEWS
Taufan Sukma/IDX Channel
Senin, 27 Juni 2022 17:12 WIB
langkah Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5 persen dinilai menjadi salah satu penyebab hengkangnya investor asing.
BI Rate Tak Sesuai Ekspektasi, Penyebab IHSG Ambruk Hari Ini (foto: MNC Media)
BI Rate Tak Sesuai Ekspektasi, Penyebab IHSG Ambruk Hari Ini (foto: MNC Media)

IDXChannel - Usai digadang-gadang bakal melanjutkan tren penguatan pada perdagangan awal pekan, laju Indeks Harga Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (27/6/2022) justru berakhir dengan pelemahan sebesar 0,36 persen ke level 7.016. Indeks bahkan sempat meninggalkan level psikologis 7.000-an dengan mencatatkan level terendah di 6.973, meski juga sempat mencicipi level tertinggi di posisi 7.070.

Meski telah diputuskan dan dipublikasikan sejak Kamis (23/6/2022), langkah Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan (BI 7-Day Reverse Repo Rate/BI7DRR) di level 3,5 persen dinilai menjadi salah satu penyebab hengkangnya investor asing, sehingga membuat IHSG tersungkur.

Mencatatkan total penjualan bersih (net sell) hingga Rp852,06 miliar di pasar reguler, investor asing diperkirakan cukup kecewa dengan langkah BI menahan bunga acuan meski tren inflasi terus merangkak naik.

"Ekspektasi mereka (investor asing) (Bank Indonesia) bisa mengikuti The Fed (yang menaikkan suku bunga), tapi ternyata kan tidak. Sehingga mereka melihat yield kita (Indonesia) jadi kurang menarik dibanding negara-negara lain yang menaikkan bunga acuannya. Makanya mereka pergi," ujar Direktur Center of Economic and Law Studie (Celios), Bhima Yudhistira, kepada idxchannel.com, Senin (27/6/2022).

Selain itu, menurut Bhima, langkah investor asing mengentas dananya dari Indonesia juga dipengaruhi oleh tren kasus COVID-19 secara nasional yang secara gradual juga mengalami peningkatan signifikan.

"Investor asing mempertimbangkan bahwa meskipun perekonomian kita saat ini relatif kuat, tapi cukup challenging juga ketika angka COVID-19 meningkat," tutur Bhima.

Di lain pihak, harga komoditas di level internasional dalam beberapa waktu terakhir juga sedang mengalami koreksi yang cukup dalam. Hal ini disebut Bhima mendorong investor asing untuk mulai menata kembali penempatan dananya, baik di dalam maupun luar negeri.

"(Pelemahan harga komoditas) Itu terkonfirmasi bahwa top loser yang terjadi paling banyak di saham-saham komoditas. Artinya investor asing mau menata lagi nih, kantung-kantung (investasi) mana saja yang masih potensial dan mana saja yang dirasa enough dan saatnya get the cash for prepare the worst risk," tegas Bhima. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD