AALI
10850
ABBA
73
ABDA
6950
ABMM
745
ACES
1565
ACST
358
ACST-R
0
ADES
1680
ADHI
1320
ADMF
8450
ADMG
174
ADRO
1180
AGAR
418
AGII
1270
AGRO
1215
AGRO-R
0
AGRS
805
AHAP
61
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
302
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
492
AKRA
3400
AKSI
765
ALDO
440
ALKA
238
ALMI
250
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/03/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.51
-0.71%
-3.59
IHSG
6258.75
-0.51%
-32.05
LQ45
941.36
-0.75%
-7.11
HSI
29098.29
-0.47%
-138.50
N225
28864.32
-0.23%
-65.79
NYSE
14959.41
-1.58%
-239.78
Kurs
HKD/IDR 1,843
USD/IDR 14,300
Emas
778,890 / gram

Bisa Jadi Pendorong Pemulihan Ekonomi, Ini Tantangan Perbankan Syariah Menurut OJK

MARKET NEWS
Kunthi Fahmar Sandy/Sindo
Selasa, 19 Januari 2021 18:15 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini ekonomi syariah bisa menjadi alternatif dan motor baru pemulihan dan pertumbuhan ekonomi pasca Covid-19.
Bisa Jadi Pendorong Pemulihan Ekonomi, Ini Tantangan Perbankan Syariah Menurut OJK. (Foto : MNC Media)

IDXChannel - Melihat dari pertumbuhannya sepanjang beberapa tahun terakhir dan tingkat kesadaran masyarakat yang tinggi akan pentingnya melakukan kegiatan ekonomi berbasis syariah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini ekonomi syariah bisa menjadi alternatif dan motor baru pemulihan dan pertumbuhan ekonomi pasca Covid-19.

Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiana, keyakinan ekonomi syariah bisa menjadi pendorong pemulihan ekonomi nasional karena memiliki keunggulan-keunggulan yang berakar pada prinsip Syariah, yakni relatif stabil, aman, dan resilient.

Untuk memaksimalkan potensi tersebut, jelas Heru, kolaborasi dan berbagai kebijakan inovatif harus dilakukan oleh berbagai pihak dan pemangku kebijakan. Meski demikian masih terdapat tantangan perbankan syariah salah satunya adalah inklusi dan literasi keuangan Bank Syariah yang masih rendah dibandingkan Bank Konvensional.

"Berdasarkan data, literasi bank syariah baru 37.72%. Sedangkan bank konvensional sebesar 75.28%," ucap Heru dalam keterangann virtual di Jakarta, Selasa (19/1/2021).

Berdasarkan data OJK, inklusi bank syariah sebesar 8.93% sementara bank konvensional 9.10%. "Nah artinya dari 100 orang, hanya 9 orang yang menggunakan layanan Syariah. Ini adalah salah satu hal yang harus kita selesaikan," ungkap Heru.

Heru juga menambahkan bahwa kapasitas bank syariah juga masih terbatas. Saat ini, belum ada Bank Syariah yang mencapai BUKU IV dan mayoritas masih berada pada BUKU III. Oleh karena itu, merger 3 Bank BUMN Syariah diharapkan dapat mencapai BUKU IV. (*)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD