BNI Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2020

Market News
Fahmi Abidin
Kamis, 16 Januari 2020 11:45 WIB
Produk Domestik Bruto (PDB) nasional diprediksi tumbuh 5,2% pada 2020, lebih baik daripada tahun ini yang diprediksi antara 5,0-5,1%.
BNI Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2020. (Foto: Ist)

IDXChannel - Emiten perbankan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk optimistis ekonomi Indonesia akan membaik tahun ini.

Produk Domestik Bruto (PDB) nasional diprediksi tumbuh 5,2% pada 2020, lebih baik daripada tahun ini yang diprediksi antara 5,0-5,1%.

Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto menyebut, kebijakan fiskal pemerintah dan moneter Bank Indonesia (BI) yang pro terhadap pertumbuhan akan terlihat pada tahun ini.

"Kami yakini 5,1-5,2 persen, itu sudah di tangan ibaratnya," ujar dia di Jakarta, Rabu (15/01/2020).

Ryan menyebut, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain itu, sumber pendorong lainnya berasal dari net ekspor impor.

Dia melihat adanya perbaikan pada tren neraca perdagangan. BPS melaporkan kinerja neraca perdagangan sepanjang 2019 defisit USD3,2 miliar, lebih baik dibandingkan 2018 yang defisitnya mencapai USD8,7 miliar.

"Ini luar biasa. Bahkan kami para ekonom prediksinya tidak ada yang tepat, termasuk saya," kata Ryan.

Selain itu, kata Ryan, belanja pemerintah juga akan ikut mengungkit kegiatan ekonomi 2020. Hal tersebut terlihat dari pengelolaan APBN yang bersifat counter-cyclical.

Dia menyoroti alokasi belanja infrastruktur dalam APBN 2020 yang mencapai Rp450 triliun. Angka itu setara 20 persen dari total belanja negara.

Selain internal, menurut Ryan, kondisi eksternal diprediksi bakal lebih baik daripada tahun lalu. Presiden AS Donald Trump mulai melunak terhadap China dalam perang dagang dan Iran soal ketegangan di Timur Tengah.

Belanja pemerintah juga akan ikut mengungkit kegiatan ekonomi 2020. Hal tersebut terlihat dari pengelolaan APBN yang bersifat counter-cyclical.

Dia menyoroti alokasi belanja infrastruktur dalam APBN 2020 yang mencapai Rp450 triliun. Angka itu setara 20% dari total belanja negara.

Selain internal, menurut Ryan, kondisi eksternal diprediksi bakal lebih baik daripada tahun lalu. Presiden AS Donald Trump mulai melunak terhadap China dalam perang dagang dan Iran soal ketegangan di Timur Tengah. (*)

Baca Juga