AALI
9725
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
2390
ACES
800
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7700
ADHI
805
ADMF
8100
ADMG
176
ADRO
2960
AGAR
324
AGII
2100
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1070
AKSI
290
ALDO
860
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
214
Market Watch
Last updated : 2022/06/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.46
-0.84%
-4.57
IHSG
7016.06
-0.38%
-26.88
LQ45
1010.74
-0.81%
-8.25
HSI
22229.52
2.35%
+510.46
N225
26871.27
1.43%
+379.30
NYSE
14811.55
2.84%
+409.43
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,800
Emas
873,287 / gram

BOSS Targetkan Pendapatan Tumbuh 50 Persen

MARKET NEWS
Fahmi Abidin
Rabu, 09 Januari 2019 17:15 WIB
PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) yakin tahun ini mampu mencatatkan pendapatan tumbuh 50% dibandingkan tahun 2018.
BOSS Targetkan Pendapatan Tumbuh 50 Persen. (Foto: Ist)
BOSS Targetkan Pendapatan Tumbuh 50 Persen. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) yakin tahun ini mampu mencatatkan pendapatan tumbuh 50% dibandingkan tahun 2018.

Emiten tambang batu bara ini meyakini bisa mencatatkan pertumbuhan lebih baik seiring dengan mulai dilakukannya tahap produksi konsesi tambang batu bara seluas 4.210 hektar milik anak usahanya, PT Pratama Bersama (PB).

Dikatakan Direktur Keuangan BOSS Widodo Nurly Sumady, untuk produksi konsesi baru tersebut, perseroan telah menunjuk PT Putra Perkasa Abadi (PPA) selaku kontraktor tambang batu bara.

“Besaran kontrak PB dan PPA senilai USD147 juta dan dari tambang baru ini, perseroan berharap dapat membukukan pendapatan minimal 50% dari tahun 2018,” ujarnya dilansir seperti dikutip Okezone, pada Rabu (9/1).

Dari konsesi tambang batu bara milik anak usahanya itu, perseroan berharap tambahan produksi minimal 300 ribu ton di tahun 2019. Adapun spesifikasi nilai kalori dari batu bara milik PB bertipe GAR 6.400 Kcal/kg dengan sulfur rendah dan abu rendah.

”Dengan kualitas batu bara berkalori tinggi, maka batu bara produksi perseroan diminati oleh pasar luar negeri seperti Jepang dan pasar dalam negeri sebagai bahan pencampur batu bara kalori rendah,” kata Widodo.

Sekedar informasi, sepanjang 2018 kemarin, perseroan menargetkan produksi batu bara sebesar 500 ribu ton. Bahkan untuk memenuhi target produksi tersebut, perseroan telah menambah tiga alat berat senilai Rp114 miliar. Melihat hal tersebut, perusahaan optimistis untuk mempertahankan kinerja positif pada 2018. (*)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD