Defisit Anggaran AS Membengkak Jadi USD747 Miliar
Market News
Fahmi Abidin
7 hari yang lalu
Kondisi Ekonomi AS cenderung menjadi tidak stabil semenjak Trump mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang kontroversial termasuk perang dagang.
Defisit Anggaran AS Membengkak Jadi USD747 Miliar. (Foto: Ist)

IDXChannel - Donald Trump sedang berusaha memperkuat ekonomi Amerika Serikat (AS) menjelang pemilu presiden 2020. Di tengah upayanya itu, ia pun tanpa ragu menuding Federal Reserve (Fed) Bank Sentral AS tidak kooperatif karena tak kunjung menurunkan suku bunga acuan bahkan mengancam memecat Ketua Fed.

Faktanya, kondisi Ekonomi AS cenderung menjadi tidak stabil semenjak Trump mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang kontroversial termasuk perang dagang.

Bahkan berdasarkan temuan terbaru Departemen Keuangan AS, saat ini defisit anggaran federal AS membengkak 23 % dibandingkan tahun lalu menjadi USD 747 miliar dalam sembilan bulan pertama tahun fiskal 2019 berjalan.

Tercatat dari Oktober 2018 hingga Juni tahun ini, tiga sektor yang menyedot anggaran paling besar yaitu jaminan sosial USD 780 miliar, pertahanan nasional USD512 miliar dan untuk perawatan kesehatan USD485 miliar.

Meski tidak termasuk bidang yang membebani anggaran, perdagangan disinyalir memberikan dampak yang nyata. Akibat perang dagang, AS harus mendatangkan komoditi impor dengan bea yang lebih besar karena tengah terlibat konflik dengan China yang notabene salah satu pengekspor paling murah.

Bisa dilihat pengeluaran federal meningkat menjadi USD3,36 triliun pada periode tersebut, naik 6,6 persen dari setahun ke belakang. Sementara, defisit anggaran federal pada Juni telah mencapai USD8,5 miliar dengan total pengeluaran mencapai USD342 miliar turun 12,5% dari periode tahun sebelumnya.

Kongres AS melalui CBO, memperkirakan defisit akan terus meningkat sampai sekitar USD 1 triliun untuk tahun fiskal 2020. Prediksi itu didasari proposal anggaran untuk tahun terkait yang dikirim Trump ke Kongres Maret lalu.

Di sisi lain, IMF optimis utang publik AS berada di jalur yang tidak berkelanjutan, meskipun diperlukan penyesuaian kebijakan. Hal ini harus dilakukan guna menurunkan defisit fiskal dan untuk menempatkan utang publik di jalur penurunan secara bertahap dalam jangka menengah. (*)

Baca Juga