Diterpa Kasus Jiwasraya, OJK Sebut Industri Asuransi Tetap Berkembang Positif di 2019

Market News
Fahmi Abidin
Rabu, 19 Februari 2020 10:00 WIB
OJK klaim Industri Asuransi diklaim berkembang positif dan memiliki daya tahan baik sepanjang 2019 meski diterpa kasus jiwasraya.
Diterpa Kasus Jiwasraya, OJK Sebut Industri Asuransi Tetap Berkembang Positif di 2019. (Foto: Ist)

IDXChannel – Industri Asuransi diklaim berkembang positif dan memiliki daya tahan baik sepanjang 2019, hal itu diungkapkan Deputi Komisaris Humas dan Logistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anto Prabowo.

Sepanjang 2019, OJK mencatat premi asuransi komersil yang dikumpulkan mencapai angka Rp281,2 triliun (naik 8,0 persen/yoy), dengan premi asuransi jiwa sebesar Rp179,1 triliun (4,1 persen/yoy) serta premi asuransi umum/reasuransi sebesar Rp102,1 triliun.

Berkembangnya asuransi umum dan asuransi jiwa didukung dengan permodalan industri asuransi yang terlihat dari Risk-Based Capital (RBC) masing-masingnya sebsar 345,5% dan 789,37%, lebih tinggi dari threshold 120%.

Ditambahkan Anto, aset industri asuransi (asuransi jiwa, asuransi, umum, reasuransi dan asuransi wajib) mengalami perkembangan postif 5,91 % (yoy) dari Rp862,8 triliun pada 2018 menjadi Rp913,8 triliun pada Desember 2019. Jika ditambahkan dengan BPJS menjadi Rp1.370,4 triliun.

Meski berada di di tengah isu hangat dan proses hukum kasus asuransi Jiwasraya, Anto menegaskan bahwa industri asuransi justru terlihat tumbuh positif.

“Hal ini memperlihatkan industri asuransi masih tumbuh secara positif di tengah upaya penyehatan dan proses hukum jiwasraya,” katanya.

Anto berpendapat nilai aset Asuransi Jiwasraya tercatat sekitar Rp22,03 triliun atau sekitar 1,6% dari total aset industri asuransi. Nilai aset Asuransi Jiwasyara sekitar 0,19% dari total aset indusrti jasa keuangan yang sekitar Rp11.300 triliun.

OJK menilai, sejatinya industri asuransi dapat tumbuh dan berperan lebih signifikan bagi perekonomian nasional mengingat dari sekitar 260 juta penduduk Indonesia, saat ini baru 12,08% yang terlayani produk asuransi.

Demi tercapainya hal tersebut, Anto Prabowo serta OJK berkomitmen untuk mempercepat proses reformasi Industri Keuangan Non Bank (IKNB), termasuk asuransi yang bertujuan meningkatkan kepercayaan masyarakat, meningkatkan standar pengaturan dan kualitas pengawasan, membangun IKNB yang sehat, kokoh, dan berkontribusi bagi perekonomian nasional dan meningkatkan daya saing IKNB dalam menghadapi tantangan ekonomi global. (*)

Baca Juga