Dua Alasan Pertumbuhan Kredit Tidak Melesat, Ini Komentar BCA
Market News
Fahmi Abidin
Selasa, 05 November 2019 13:45 WIB
Meski Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan hingga 100 basis poin, langkah tersebut masih dinilai belum mampu mendongkrak laju pertumbuhan kredit.
Dua Alasan Pertumbuhan Kredit Tidak Melesat, Ini Komentar BCA. (Foto: IDX Channel)

IDXChannel – Meski Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan hingga 100 basis poin, langkah tersebut masih dinilai belum mampu mendongkrak laju pertumbuhan kredit di Indonesia.

Dikatakan Komisaris Independen PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Raden Pardede, terdapat dua alasan pertumbuhan kredit tidak melaju kencang meskipun BI sudah terhitung agresif dalam menurunkan kebijakan moneter tersebut.

Pertama, perlambatan ekonomi global berpengaruh pada ekonomi domestik. Raden Pardede sebut hal itu tercermin dalam berbagai data ekonomi mulai dari penjualan ritel hingga kinerja penerimaan APBN. “Kalau permintaan terhadap barang tidak ada, ngapain orang investasi. Itulah kejadian yang sekarang," sebut Raden dalam acara IDX Channel Economic Outlook Perbankan 2019 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (4/11).

Kedua adalah selain melemahnya permintaan, perbankan juga kesulitan untuk ekspansi lantaran likuiditas mengetat jelang akhir tahun, hal ini terlihat dari tingginya Loan-to-Deposit Ratio (LDR) yang rata-rata berada di level 94%.

“Ekonomi akan sangat berpengaruh dari perlambatan dana pihak ketiga (DPK), maka otomatis pertumbuhan kredit akan melambat,” terangnya.

Dari kedua faktor tersebut yang membuat Raden menyimpulkan mengapa pertumbuhan kredit tidak naik pesat melainkan hanya berpotensi naik satu digit.

“Memang BI sudah melakukan usaha untuk memajukan ekonomi, mereka melonggarkan suku bunga dan syarat-syarat makro prudensial. GWM (Giro Wajib Minimum) diturunkan agar permintaan terhadap kredit akan naik. Tapi so far kita belum melihat pertumbuhan (kredit) yang meningkat," tandasnya. (*)

Baca Juga