Empat Poin Mandiri Dukung Ketahanan Pangan Indonesia
Market News
Fahmi Abidin
Kamis, 10 Oktober 2019 16:00 WIB
Dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional, sejatinya dibutuhkan dukungan dari seluruh stakeholder termasuk perbankan.
Empat Poin Mandiri Dukung Ketahanan Pangan Indonesia. (Foto: Ist)

IDXChannel – Dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional, sejatinya dibutuhkan dukungan dari seluruh stakeholder termasuk perbankan.

Dikatakan SVP Micro Development and Agent Banking PT Bank mandiri (persero) Tbk (BMRI) Zedo Faly, Mandiri ikut aktif berperan melalui empat poin penting.

Diungkapkan Zedo, ada empat poin penting bagi Mandiri dalam membantu penguatan bidang pangan di indonesia. Pertama, Mandiri menciptakan ekosistem yang bersifat close room atau berantai. Menurutnya dengan demikian kegiatan transaksi pedagang dan pembelinya akan lebih aman.

Kedua, Mandiri menciptakan sistem permodalan yang mudah, cepat dan sederhana. Ketiga, Mandiri juga mengedukasi masyarakat untuk mengenal dan memahami keuangan. Keempat, menciptakan peluang usaha yang terkait dengan Jasa keuangan.

Dirinya menjelaskan bahwa dengan langkah yang telah dilakukan Bank Mandiri ini, dapat memutus mata rantai yang panjang sehingga membuat harga jual dan value petani menjadi tinggi.

Dalam Special Event IDX bertajuk “Economic Outlook : Ketahanan Pangan Indonesia” pada Kamis (10/10), diungkapkan Zedo, perbankan sudah membantu pemerintah dalam menyalurkan perwakilan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Ia menyebut Program Keluarga Harapan (PKH) dipakai untuk kebutuhan pangan karena biasanya dititipkan melalui beberapa agen.

“Agen – Agen kami ini nanti akan menyalurkan ke KPN (Koperasi Pegawai Negeri), kalau target di tahun 2019 ini targetnya 15 juta keluarga penerima manfaat yang memang kalau dari BPNT itu hanya bisa dibelikan beras dan telur,” imbuhnya.

Selain itu, ungkap Zedo, dirinya mengakui bahwa Bank Mandiri membantu program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dicanangkan pemerintah. Program tersebut telah dilaksanakan ke sektor pertanian dan di 2019 telah mencapai angka 18%. (*)

Baca Juga