AALI
8300
ABBA
226
ABDA
7050
ABMM
840
ACES
1370
ACST
240
ACST-R
0
ADES
1970
ADHI
970
ADMF
8175
ADMG
166
ADRO
1310
AGAR
380
AGII
1095
AGRO
1095
AGRO-R
0
AGRS
426
AHAP
66
AIMS
352
AIMS-W
0
AISA
228
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3230
AKSI
480
ALDO
925
ALKA
246
ALMI
250
ALTO
380
Market Watch
Last updated : 2021/06/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
478.24
-0.14%
-0.66
IHSG
6089.04
0.14%
+8.65
LQ45
895.20
-0.08%
-0.70
HSI
28638.53
-0.71%
-203.60
N225
29441.30
0.96%
+279.50
NYSE
16662.42
-0.2%
-32.51
Kurs
HKD/IDR 1,830
USD/IDR 14,220
Emas
853,049 / gram

Ini 4 Arahan Jokowi soal Pembahasan Lahan Food Estate

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Kamis, 24 September 2020 13:45 WIB
Sebelumnya Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa penyediaan cadangan pangan nasional ini adalah agenda strategis yang harus kita lakukan.
Ini 4 Arahan Jokowi soal Pembahasan Lahan Food Estate. (Foto: Tim Digital Marketing IDX Channel)

IDXChannel - Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan bahwa penyediaan cadangan pangan nasional ini adalah agenda strategis yang harus kita lakukan dalam rangka mengantisipasi kondisi krisis pangan akibat pandemi COVID-19, yang sudah berkali-kali diingatkan oleh FAO (Food and Agriculture Organization) mengenai krisis pangan dunia.

“Hal ini juga untuk mengantisipasi perubahan iklim, serta juga tidak kalah pentingnya adalah mengurangi ketergantungan kita pada impor pangan. Ini penting. Kita telah menyiapkan sementara ini dua lokasi, yaitu di Kalimantan Tengah kemudian di Sumatra Utara. Ini yang ingin kita prioritaskan terlebih dahulu,” pungkas Jokowi dilansir laman resmi Sekretariat Kabinet RI, Rabu (23/9/2020).
.
Sudah ada sejumlah progres di lapangan, meskipun masih terdapat beberapa masalah yang perlu segera diselesaikan, yaitu yang berkaitan dengan kepemilikan lahan di area food estate kemudian ini menimbulkan sedikit masalah. “Tetapi, saya yakin dan saya minta Menteri ATR/(Kepala) BPN ini bisa segera menuntaskan ini karena ini menyangkut sebuah area yang sangat luas,” ujar Jokowi.

Sementara yang kedua, mengenai perumusan rencana induk pelaksanaan food estate, perumusan masterplan yang penting sehingga keseluruhan dari berbagai aspek itu bisa dilihat dan bisa segera diselesaikan. “Baik untuk yang di daerah irigasi di Kalimantan Tengah seluas 148.000 hektare, ini yang dipakai untuk tanam padi dan juga yang lahan yang di luar nonirigasi seluas 622.000 hektare, yang ini akan dikembangkan untuk tanaman singkong, jagung, dan lain-lainnya, serta peternakan,” sebutnya.

Untuk yang ketiga, adalah berkaitan dengan infrastruktur pendukung akses jalan yang juga ini segera dikerjakan di lapangan, sehingga nantinya diharapkan berbagai alat mesin pertanian modern yang besar-besar ini tidak mengalami kesulitan apabila ingin masuk ke lapangan.

“Sedangkan yang keempat, saya minta pengembangan food estate ini betul-betul, sekali lagi, dikalkulasi secara matang mengenai siapa yang akan mengelola, kejelasannya, tanaman apa yang akan dikembangkan, betul-betul lewat data sains lapangan, sehingga benar-benar tanaman yang ingin kita tanam itu betul-betul sesuai. Kemudian teknologi apa yang akan dipergunakan, Ini,” tambah Jokowi.

Dan yang terakhir, ditegaskan Jokowi, mengenai masalah pembiayaan, sehingga model bisnis ini nanti kalau sudah benar model bisnis ini akan kita gunakan di lokasi untuk provinsi-provinsi yang lainnya. (*)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD