AALI
9800
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
785
ACES
1485
ACST
300
ACST-R
0
ADES
1685
ADHI
1105
ADMF
8175
ADMG
165
ADRO
1180
AGAR
436
AGII
1100
AGRO
995
AGRO-R
0
AGRS
308
AHAP
73
AIMS
366
AIMS-W
0
AISA
296
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
488
AKRA
3120
AKSI
800
ALDO
795
ALKA
244
ALMI
244
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/04/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
475.19
-1.04%
-5.00
IHSG
5993.24
-0.75%
-45.08
LQ45
892.79
-1.08%
-9.77
HSI
28621.92
-1.76%
-513.81
N225
28508.55
-2.03%
-591.83
NYSE
0.00
-100%
-16107.56
Kurs
HKD/IDR 1,867
USD/IDR 14,505
Emas
832,144 / gram

Pemerintah Resmi Bentuk Sovereign Wealth Fund (SWF), Yuk Cek Faktanya!

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Selasa, 26 Januari 2021 14:45 WIB
Pemerintah resmi membentuk Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia melalui Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2020.
Pemerintah Resmi Bentuk Sovereign Wealth Fund (SWF), Yuk Cek Faktanya!. (Foto: Tim Digital Marketing IDX Channel)

IDXChannel - Pemerintah resmi membentuk Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia melalui Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2020. Dimana lembaga ini akan membantu pemerintah meraih investasi, sekaligus mendorong perbaikan iklim investasi.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, di acara Munas Masyarakat Ekonomi Syariah menegaskan, Sovereign Wealth Fund yang dibentuk pemerintah ini sangat berbeda dengan SWF di negara tetangga. Pasalnya, tujuan pembentukan lembaga ini karena keinginan pemerintah dalam percepatan investasi, dengan cara mencari partner bukan dengan utang.

Dilansir berbagai sumber, berikut sejumlah fakta terkait dibentuknya Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia:

1. Pemerintah Tempatkan Modal Awal Sebesar Rp15 Triliun.
Lembaga pengelola investasi atau Sovereign Wealth Fund indonesia, resmi terbentuk melalui Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2020. Lembaga ini ditetapkan memiliki modal sebesar Rp75 triliun, dimana saat pembentukan awal negara menempatkan modal pertama sebesar Rp15 triliun.

2. Untuk Mengelola Investasi Dari Dalam dan Luar Negeri.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan, SWF Indonesia akan mengelola dana investasi dari luar negeri dan dalam negeri. Lembaga ini bertugas sebagai sumber pembiayaan alternatif, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dana jangka pendek.

3. Pemerintah Telah Selesaikan Aturan Turunan Terkait Investasi.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan bahwa pemerintah telah menyelesaikan 2 peraturan pelaksanaan turunan dari Undang-Undang Cipta Kerja, yaitu Peraturan Pemerintah No. 73 Tahun 2020 Tentang Modal Awal Lembaga Pengelola Investasi, dan Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2020 Tentang Lembaga Pengelola Investasi.

4. Untuk Mendorong Perbaikan Iklim Investasi.
Lembaga ini akan membantu pemerintah meraih investasi dan menyalurkannya dengan skema alternatif melalui investasi langsung sekaligus mendorong perbaikan iklim investasi.

5. Sebagai Pemberi dan Penerima Pinjaman.
Aktivitas investasi yang dilakukan meliputi penempatan dana dalam instrumen keuangan, pengelolaan aset, kerja sama dengan pihak lain termasuk entitas dana perwalian trust fund, memberikan dan menerima pinjaman hingga menatausahakan aset menganggur milik negara. (*)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD