Galakkan Green Product, Menko Luhut Minta RI Cermat Tangkap Peluang

Market News
Shifa Nurhaliza
Selasa, 27 Oktober 2020 15:15 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut green product saat ini menjadi tren di dunia atau global.
Galakkan Green Product, Menko Luhut Minta RI Cermat Tangkap Peluang. (Foto: Ist)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut green product saat ini menjadi tren di dunia atau global. Karena itu, Indonesia harus cermat memanfaatkan peluang ini dengan mengelola sumber dayanya secara efektif.

Hal itu disampaikan dalam rapat virtual yang antara lain dihadiri oleh perwakilan ITB, UGM, PT INKA, PLN, dan BMKG untuk mendiskusikan berbagai elemen terkait penyusunan strategi hilirisasi SDA Indonesia serta pengembangan green product ini.

Seperti diketahui, green product yakni produk yang tidak berbahaya bagi manusia dan lingkungannya, tidak boros sumber daya, tidak menghasilkan sampah berlebihan, dan tidak melibatkan kekejaman pada binatang.

Menurutnya, sebagai negara yang kaya dengan bahan mineral dan sumber energi tidak terbarukan (batu bara) dan terbarukan (Hydropower, Geothermal), Indonesia harus bisa mengoptimalkan penggunaan SDA tersebut dengan memperoleh nilai tambah yang sebesar-besarnya.

"Sebagai negara kaya dengan mineral dan sumber daya alam, Indonesia harus mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam dengan nilai tambah sebesar-besarnya," ujar Menko Luhut, dilansir dari laman resmi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Selasa (27/10/2020).

Selama 120 tahun terakhir, trend supercycle dari komoditas seperti base metals serta minyak bumi dan batubara disebabkan oleh industrialisasi dari Amerika Serikat, Eropa, Jepang, Korea Selatan dan Cina. Oleh karena itu, penting untuk mendorong hilirisasi SDA mineral di Indonesia.

"Jadi untuk memanfaatkan next supercycle yang diperkirakan akan muncul dari tren perubahan kebijakan yang mengutamakan low carbon emission energy dan green product, global economic recovery, serta proses urbanisasi dari negara-negara berkembang," ungkap dia.

Indonesia akan mengoptimalkan sumber daya energi terbarukan dan rendah emisi seperti hydropower yang dikombinasikan dengan Kawasan industri untuk dapat mendorong proses industrialisasi yang menghasilkan produk-produk rendah emisi.

Pemerintah juga akan membentuk tim terpadu lintas K/L untuk menyusun strategi hilirisasi SDA Indonesia serta pengembangan green product ini, terutama menyiapkan skema insentif dan disinsentif agar mempercepat eksekusi serta keterlibatan sektor swasta.

"Selama ini Indonesia memiliki semua bahan-bahan baku, kita yang tidak pernah memperhatikan ini, hanya gali-gali dan ekspor. Berbagai jenis base metal memiliki peran tersendiri dalam aktivitas konstruksi dan industri. Ini peluang kita untuk menggerakkan ekonomi dalam negeri," jelas dia.

Menko Luhut menjelaskan dengan adanya inventarisasi dan strategi hilirisasi sumber daya mineral yang dimiliki Indonesia, maka akan sangat mudah mengelola dan memanfaatkannya untuk kepentingan dan kemajuan bagi Tanah Air, terutama di sektor industri dan energi.

Diterangkan Luhut, perubahan transisi ke low carbon saat ini dan masa mendatang tidak akan terelakkan serta semakin nyata. Hal ini terlihat dari permintaan pasar yang sudah semakin mementingkan aspek lingkungan dari sebuah produk. Oleh karena itu minat dan keinginan investor untuk mengembangakan green product ini sangat tinggi. (*)

Baca Juga