Di India, sebagai pembeli terbesar dunia, impor minyak sawit melonjak 59 persen secara bulanan pada Oktober, mencapai puncak tiga bulan seiring kuatnya permintaan perayaan setelah level impor yang rendah baru-baru ini.
Reuters memperkirakan stok minyak sawit Malaysia akan turun pada Oktober untuk pertama kalinya dalam tiga bulan, didorong oleh produksi yang lebih rendah.
Produksi dalam waktu dekat diprediksi tetap lemah akibat hujan musiman.
Kenaikan harga tertahan oleh kewaspadaan menjelang data harga dari pembeli utama, China.
Trader minyak sawit David Ng menyebutkan, ekspektasi permintaan yang lebih tinggi, seiring dengan langkah Indonesia untuk meningkatkan mandatori biodiesel, turut mendongkrak sentimen pasar.
“Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak kedelai. Maka dari itu, kami melihat support di MYR4.900 per ton dan resistance di MYR5.050 per ton,” ujar David kepada Bernama.