Hong Kong Resmi Resesi, Ekonomi Anjlok hingga 9 Persen di Kuartal II

Market News
Shifa Nurhaliza
Kamis, 30 Juli 2020 14:00 WIB
Hong Kong resmi menyusul resesi imbas perekonomian Hong Kong turun hingga 9% di kuartal II-2020 (April-Juni) dari tahun sebelumnya.
Hong Kong Resmi Resesi, Ekonomi Anjlok hingga 9 Persen di Kuartal II. (Foto: Ist)

IDXChannel - Setelah Singapura dan Korea Selatan masuk jurang resesi, kini giliran Hong Kong resmi menyusul resesi imbas perekonomian Hong Kong turun hingga 9% di kuartal II-2020 (April-Juni) dari tahun sebelumnya.

Dilansir Reuters, pada Kamis (30/7/2020), angka tersebut lebih buruk daripada perkiraan median minus 8,3% dan mengikuti penurunan 9,1% yang direvisi pada kuartal pertama. Resesi ekonomi bagi Hong Kong kali ini merupakan penurunan keempat kalinya secara berturut-turut dan penurunan terbesar kedua dalam catatan.

Menurut Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong, produk domestik bruto (PDB) turun hanya 0,1% dari kuartal pertama, dibandingkan dengan penurunan 5,5% yang direvisi dalam tiga bulan sebelumnya.

Sejatinya, aktivitas masyarakat di Hong Kong telah meningkat secara bertahap dibandingkan awal 2020. Namun, lonjakan tajam pada kasus COVID-19 dalam beberapa minggu terakhir justru membuat perekonomian Hong Kong justru mengaburkan prospek pemulihan ekonomi dalam waktu dekat.

Tercatat pada Senin (27/7/2020), pemerintah mengumumkan akan melarang pertemuan lebih dari dua orang dan menutup restoran, ketika pemimpin Carrie Lam memperingatkan kota itu berada di ambang wabah Covid-19 dengan gelombang yang lebih besar.

“Tidak hanya langkah-langkah baru yang lebih ketat daripada yang diterapkan pada awal tahun ini - dan karena itu cenderung lebih membebani konsumsi - tetapi semakin tinggi jumlah infeksi berarti bahwa langkah-langkah tersebut kemungkinan akan tetap ada untuk sementara waktu,” kata Martin Rasmussen, Ekonom China di Capital Economics.

Ditambahkan Martin, itu akan menunda pemulihan konsumsi, dan memberikan tekanan tambahan pada lapangan kerja dan pendapatan, mengurangi dorongan dari pemberian uang tunai pemerintah. “Kemungkinan perkiraan pertumbuhan PDB 2020 turun dari minus 4,5% menjadi minus 8,0%.

Sejatinya, Hong Kong sudah dihantui oleh protes anti-pemerintah yang kerap terjadi sejak akhir tahun lalu dan kini menghadapi isu lainnya yakni perang dagang AS-China.Hal tersebut memperburuk kondisi ekonomi Hong Kong, Sebelumnya, diketahui bahwa konsumsi dan investasi di kawasan tersebut lemah pada kuartal II, meskipun kemungkinan mendapat dukungan dari bouncing yang kuat dalam ekonomi China dan dari langkah-langkah stimulus pemerintah Hong Kong.

“Konsumsi layanan, yang sangat penting bagi perekonomian Hong Kong, belum kembali. Kami sekarang (pada Juli) dalam kondisi yang lebih buruk daripada kami di Q2,” kata Iris Pang, kepala ekonom untuk Greater China.

Beijing sebelumnya telah memberlakukan undang-undang keamanan baru di Hong Kong sejak 1 Juli 2020, yang dianggap para kritikus pemerintah mengekang kebebasan berpendapat dan menghambat kemakmuran.

Pemerintah setempat dan Beijing mengatakan undang-undang itu penting untuk menutup celah keamanan nasional dan pada kenyataannya akan mengembalikan stabilitas dan kemakmuran di Hong Kong. "Setelah epidemi lokal teratasi lagi dan lingkungan eksternal terus membaik, ekonomi Hong Kong diharapkan akan secara bertahap pulih di sisa tahun ini," kata juru bicara pemerintah.

Sekadar informasi, pemerintah mengulangi perkiraannya bahwa ekonomi akan berkontraksi sebesar 4% hingga 7% tahun ini. (*)

Baca Juga