AALI
9350
ABBA
284
ABDA
0
ABMM
2430
ACES
730
ACST
202
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
795
ADMF
8125
ADMG
176
ADRO
3170
AGAR
322
AGII
2240
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
112
AHAP
104
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
156
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1160
AKSI
270
ALDO
750
ALKA
294
ALMI
300
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/16 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.29
0.17%
+0.93
IHSG
7091.15
-0.03%
-2.12
LQ45
1007.17
0.14%
+1.38
HSI
19938.56
-0.51%
-102.30
N225
28864.25
-0.03%
-7.53
NYSE
15794.33
-0.06%
-10.05
Kurs
HKD/IDR 190
USD/IDR 14,725
Emas
843,472 / gram

IHSG Ambruk, Harga Komoditas dan Bunga Acuan Jadi Alasan Utama

MARKET NEWS
Taufan Sukma/IDX Channel
Senin, 27 Juni 2022 20:15 WIB
Capital outflow yang cukup deras dengan total penjualan bersih (net sell) oleh investor asing mencapai Rp852,06 miliar di pasar reguler.
IHSG Ambruk, Harga Komoditas dan Bunga Acuan Jadi Alasan Utama (foto: MNC Media)
IHSG Ambruk, Harga Komoditas dan Bunga Acuan Jadi Alasan Utama (foto: MNC Media)

IDXChannel - Setelah banyak diprediksi bakal mampu membuka perdagangan awal pekan dengan penguatan, laju Indeks Harga Gabungan (IHSG) di sepanjang perdagangan Senin (27/6/2022) justru terus berkutat pada zona merah, dan mengakhir langkahnya di sore hari dengan minus 0,36 persen ke level 7.016.

Capital outflow yang cukup deras dengan total penjualan bersih (net sell) oleh investor asing mencapai Rp852,06 miliar di pasar reguler membuat indeks bahkan sempat meninggalkan level psikologis 7.000-an, dengan mencatatkan level terendah di 6.973, meski akhirnya berhasil bertengger tipis di atas level psikologis.

Menurut Direktur Center of Economic and Law Studie (Celios), Bhima Yudhistira, ada beberapa faktor pendorong sehingga investor asing buru-buru mengentas dananya dari pasar modal nasional, meski bursa Asia secara rata-rata justru sedang menghijau.

"Pertama soal bunga acuan. Ada sebagian (investor) yang menilai langkah BI (Bank Indonesia) kemarin yang menahan BI Rate (7-days Reverse Repo Rate/BI7DRR) itu tidak sesuai ekspektasi. Ekspektasinya kan dengan inflasi naik, maka bunga akan dinaikkan juga, seperti halnya dilakukan The Fed. Tapi ternyata tidak sesuai ekspektasi," ujar Bhima, kepada idxchannel.com, Senin (27/6/2022).

Karena bunga acuan dipertahankan, menurut Bhima, maka imbal hasil investasi yang ada di Indonesia jadi terlihat kurang menarik dibanding di negara-negara lain yang menaikkan suku bunga acuannya. Sehingga wajar ketika kemudian investor asing memilih untuk memindahkan dananya keluar dari Indonesia.

Selain itu, Bhima juga menyebut bahwa langkah investor asing mengentas dananya dari Indonesia juga dipengaruhi oleh tren kasus COVID-19 secara nasional yang secara gradual juga mengalami peningkatan signifikan.

"Investor asing mempertimbangkan bahwa meskipun perekonomian kita saat ini relatif kuat, tapi cukup challenging juga ketika angka COVID-19 meningkat," tutur Bhima.

Di lain pihak, harga komoditas di level internasional dalam beberapa waktu terakhir juga sedang mengalami koreksi yang cukup dalam. Hal ini disebut Bhima mendorong investor asing untuk mulai menata kembali penempatan dananya, baik di dalam maupun luar negeri.

"(Pelemahan harga komoditas) Itu terkonfirmasi bahwa top loser yang terjadi paling banyak di saham-saham komoditas. Artinya investor asing mau menata lagi nih, kantung-kantung (investasi) mana saja yang masih potensial dan mana saja yang dirasa enough dan saatnya get the cash for prepare the worst risk," tegas Bhima. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD