AALI
12000
ABBA
184
ABDA
6250
ABMM
3050
ACES
980
ACST
157
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
685
ADMF
8075
ADMG
179
ADRO
3100
AGAR
330
AGII
1970
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
62
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
350
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
206
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20171.27
0.29%
+59.17
N225
26677.80
-0.26%
-70.34
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,471 / gram

IHSG Diprediksi Menguat, Ini Rekomendasi Saham dari Pengamat

MARKET NEWS
Shelma Rachmahyanti
Selasa, 11 Mei 2021 16:09 WIB
Head of Research NH Korindo Sekuritas Anggaraksa Arismunandar menilai, memasuki libur lebaran Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat.
MPI
MPI

IDXChannel – Head of Research NH Korindo Sekuritas Anggaraksa Arismunandar menilai, memasuki libur lebaran Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat. Hal tersebut juga didorong oleh Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang untuk pertama kalinya masuk ke zona optimis.

Kemudian, Anggaraksa merekomendasikan beberapa saham pilihan yang bisa menjadi pertimbangan para investor. Saham-saham tersebut yaitu, LPPF, SSMS, ANTM, dan HRUM. 

Sebagai informasi, IHSG berada di zona merah pada pembukaan perdagangan pagi hari ini (11/5/2021). IHSG tertekan 0,37% berada di level 5.953. 

Anggaraksa pun menjelaskan sudah lebih dari satu bulan pergerakan IHSG berada di rentang yang cukup pendek. Artinya, pergerakan IHSG dapat dikatakan tidak terlalu optimis.

“Misalnya indeks sudah turun sampai sekitar level 5.900, itu segera terjadi technical rebound. Tapi sebaliknya kalau sudah mendekati ke atas level 6.000 atau level 6.100 itu juga cukup cepat terjadi aksi profit taking. Jadi, technical rebound dan profit taking ini yang menyebabkan IHSG bisa dibilang cukup galau,” tuturnya dalam acara Market Opening IDX Channel, Selasa (11/5/2021).

Akan tetapi, menurutnya, jika dilihat time frame jangka panjang justru kondisi indeks saat ini masih dalam level menarik untuk dilakukan akumulasi. 

“Kalau misalnya di bulan Mei itu cenderung banyak orang yang menghindari, sebenarnya kita ga melihat begitu ya. Kita sesuaikan lagi time framenya kalau memang untuk investasi jangka panjang, justru ini saat yang menarik ketika memang bursa di sisi lain kita tahu dari segi volume transaksi juga sedang turun gitu,” jelas Anggaraksa. (IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD