AALI
9825
ABBA
232
ABDA
0
ABMM
770
ACES
1475
ACST
284
ACST-R
0
ADES
1705
ADHI
1175
ADMF
8100
ADMG
175
ADRO
1200
AGAR
448
AGII
1125
AGRO
925
AGRO-R
0
AGRS
456
AHAP
71
AIMS
424
AIMS-W
0
AISA
280
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
540
AKRA
3340
AKSI
0
ALDO
890
ALKA
0
ALMI
236
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
475.31
0.35%
+1.68
IHSG
5989.89
0.23%
+13.98
LQ45
893.77
0.38%
+3.35
HSI
28659.81
0.85%
+241.83
N225
29387.74
2%
+575.11
NYSE
16348.41
0.36%
+59.14
Kurs
HKD/IDR 1,857
USD/IDR 14,435
Emas
827,821 / gram

IHSG Terkoreksi ke 4.560, Mata Pasar Masih Tertuju Penanganan Covid-19

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Kamis, 16 April 2020 09:30 WIB
Pada awal perdagangan Kamis (16/4/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah. IHSG turun 64 poin atau 1,4% ke 4.560,92.
IHSG Terkoreksi ke 4.560, Mata Pasar Masih Tertuju Penanganan Covid-19. (Foto: Ist)

IDXChannel – Pada awal perdagangan Kamis (16/4/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah. IHSG turun 64 poin atau 1,4% ke 4.560,92.

Tercatat 46 saham menguat, 147 saham melemah, dan 74 saham stagnan saat opening bell. Transaksi perdagangan mencapai Rp260,7 miliar dari 264,5 juta lembar saham yang diperdagangkan.

Indeks LQ45 turun 10,28 poin atau 1,5% ke 684,16, indeks IDX30 turun 5,78 poin atau 1,5% ke 374,93, indeks JII turun 8,30 poin atau 1,7% ke 488,12 dan indeks MNC36 turun 3,07 poin atau 1,2% ke 250,71.

Deretan saham top gainers adalah saham PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS) naik Rp50 atau 30,8% ke Rp212, saham PT Borneo Olah Sarana Tbk (BOSS) naik Rp26 atau 27,9% ke Rp119, dan saham PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk (MFMI) naik Rp160 atau 24,4% ke Rp815.

Sedangkan deretan saham di top losers yakni, saham PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS) turun Rp160 atau 6,7% ke Rp2.220, saham PT Putra Rajawali Kencana Tbk (PURA) turun Rp4 atau 5,4% ke Rp70, dan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk turun Rp120 atau 2,8% ke Rp4.080.

Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) telah menerbitkan berbagai kebijakan dalam bentuk fasilitas dan kemudahan bagi pelaku usaha dan masyarakat luas. Kemudahan ini diberikan dalam rangka menanggulangi penyebaran Covid-19 khususnya di Indonesia.

12 Fasilitas dan kemudahan tersebut diberikan guna menjaga keberlangsungan industri khususnya Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta mendorong ketersediaan alat pelindung diri, alat kesehatan dan obat-obatan untuk masyarakat. (*)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD