AALI
11175
ABBA
98
ABDA
7025
ABMM
750
ACES
1565
ACST
354
ACST-R
0
ADES
1700
ADHI
1315
ADMF
8450
ADMG
175
ADRO
1175
AGAR
416
AGII
1260
AGRO
1165
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
82
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
296
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
494
AKRA
3720
AKSI
760
ALDO
440
ALKA
246
ALMI
250
ALTO
334
Market Watch
Last updated : 2021/03/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.18
-0.26%
-1.33
IHSG
6248.47
-0.16%
-10.28
LQ45
940.24
-0.12%
-1.13
HSI
28540.83
-1.92%
-557.46
N225
28743.25
-0.42%
-121.07
NYSE
0.00
-100%
-14959.40
Kurs
HKD/IDR 1,850
USD/IDR 14,365
Emas
784,444 / gram

Impor Indonesia di Desember 2020 Naik 14%, Paling Banyak dari China

MARKET NEWS
Rina Anggraeni/Sindonews
Jum'at, 15 Januari 2021 14:00 WIB
Pada bulan itu, impor tercatat sebesar USD14,44 miliar atau naik 14% dibanding November 2020, meski turun 0,47% dari Desember 2019.
Impor Indonesia di Desember 2020 Naik 14%, Paling Banyak dari China. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja impor Indonesia pada Desember 2020 mulai meningkat. Pada bulan itu, impor tercatat sebesar USD14,44 miliar atau naik 14% dibanding November 2020, meski turun 0,47% dari Desember 2019.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan berdasarkan penggunaan barangnya, impor Indonesia pada bulan itu didominasi oleh barang konsumsi yang tumbuh 31,89%, dibanding catatan pada November 2020, dan tumbuh 3,87 persen dibanding Desember 2019.

"Nilai impor barang konsumsi bulan itu USD1,72 miliar," kata Suhariyanto dalam video virtual, Jumat (15/1/2021).

Untuk komoditas yang mengalami peningkatan impor besar adalah bawang putih dari China, mesin AC untuk cooling capacity yang juga diimpor dari China, dan buah-buahan yakni Jeruk Mandarin dan juga buah apel segar.

"Kemudian komoditas lain yang juga mengalami peningkatan impor adalah boneless of bovine animal, dalam bentuk beku, diimpor India. Karena kita tahu ada libur panjang, persiapan Natal dan tahun baru," paparnya.

Sementara itu, untuk barang bahan baku atau penolong sebesar USD10,19 miliar. Nilai impor tersebut naik 14,15% dibandingkan November 2020 sedangkan dibanding dengan Desember 2019 nilai impor itu turun atau minus 2,02%.

Adapun untuk barang modal nilai impor pada Desember 2020 tercatat sebesar USD2,53 miliar. Catatan itu naik 3,89% dibandingkan dengan bulan sebelumya dan naik 3,17% dibandingkan periode yang sama pada 2019.

"Di sana ada berbagai perlengkapan mesin yang kita impor dari beberapa negara, seperti Italia dan Korea Selatan dan impor barang modal juga naik 3,17% kalau bandingkan dengan posisi Desember 2019," imbuhnya.

Berdasarkan golongan barang utama, impor pada bulan tersebut secara nilai paling tinggi untuk ampas atau sisa industri makanan yang mencapai peningkatan 41,77%. Begitu juga volumenya, yang menjadi peningkatan tertinggi sebesar 37,10%.

Berdasarkan negara asalnya, impor tertinggi pada Desember 2020 meningkat drastis dari China sebesar USD550,1 juta dan Brasil USD135,1 juta. Penurunan terbesar dari Jepang yang mencapai minus USD95,5 juta.

"Peningkatan impor paling utama adalah berasal dari Tiongkok. Sebaliknya, impor dari Jepang, Hong Kong, Republik Ceska, Afrika Selatan dan Kanada pada Desember 2020 ini mengalami penurunan meski tidak terlalu dalam," tandasnya. (*)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD