Industri Semen Lebih Awal, Ini Daftar BUMN Berpotensi World Class Company

Market News
Shifa Nurhaliza
Senin, 26 Oktober 2020 12:45 WIB
Dari sisi sektoral, BUMN yang berpeluang menapaki sayap bisnis di kancah dunia di antaranya sektor pertambangan, telekomunikasi, dan lainnya.
Industri Semen Lebih Awal, Ini Daftar BUMN Berpotensi World Class Company. (Foto: Ist)

IDXChannel - Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto mencatat sejumlah perseroan pelat merah berpotensi menjadi perusahaan kelas dunia.

Dilansir Okezone, Senin (26/10/2020), dari sisi sektoral, BUMN yang berpeluang menapaki sayap bisnis di kancah dunia di antaranya sektor pertambangan, telekomunikasi, konstruksi, migas, banking, industri kereta api, semen, hingga sektor farmasi.

"Beberapa BUMN Indonesia yang potensial going global adalah sektor seperti telekomunikasi, banking, konstruksi, migas, mining, termasuk sektor industri seperti PT INKA dan PT Semen. Bahkan PT Semen Indonesia sudah akuisisi pabrik semen di Vietnam sejak 15 tahun lalu," ujar Toto saat dihubungi MNC News Portal, Jakarta, Senin (26/10/2020).

Kendati demikian, terdapat sejumlah catatan yang harus dilakukan Kementerian BUMN. Toto menyebut, upaya mendorong BUMN di taraf dunia bukan hal mudah, butuh kerja keras Erick Thohir dan pemerintah untuk merealisasikan hal tersebut.

Sebagai langkah awal, Kementerian BUMN bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melalui Kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI) untuk menjadi fasilitator dengan otoritas negara terkait. Namun, langkah ini sudah dilakukan Erick Thohir.

Dalam catatan MNC News Portal, dalam kunjungan kerja sama bilateral dan bisnis, Erick Thohir dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi di Inggris dan Swiss, delegasi pemerintah Indonesia melakukan kesepakatan kerja sama bisnis dengan sejumlah pihak. Seperti, menggaet Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) untuk kerja sama dengan PT Bio Farma (Persero) dalam pengembangan vaksin Covid-19.

Wika misalnya, ditunjuk untuk membangun fasilitas terminal pelabuhan cair dan curah senilai 30-40 juta dolar Amerika Serikat (AS) di Zanzibar. Pembangunan fasilitas terminal ini dinilai dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Zanzibar. Bahkan, dalam konsorsium tersebut, INKA diberikan konsesi selama 25 tahun untuk kelola tambang.

"Hasil ekspor tambang dibagi di antara pemerintah Zanzibar dan konsorsium BUMN," kata dia.

Realisasi kerja sama itu mencerminkan model bisnis dari kekuatan perusahaan BUMN. Bahkan, menjadi contoh model bisnis global BUMN di masa depan dan cukup prospektif bisa dijalankan.

Dengan embrio seperti itu, kata Toto, mestinya rencana membuat BUMN go global punya harapan. Demikian juga kekuatan holding MIND ID, pengalaman akuisisi perusahaan tambang seperti Freeport atau INCO bisa menjadi pembelajaran cepat Kementerian BUMN untuk masuk sebagai pemain kelas dunia.

"Dukungan pembiayaan dari Bank Exim sangat diharapkan. Saatnya BUMN tidak hanya jago kandang, tapi mulai merambah pasar regional dan global," ujarnya. (*)

Baca Juga