Ini Alasan Sri Mulyani Naikkan Cukai Rokok di 2020
Market News
Fahmi Abidin
Selasa, 17 September 2019 09:45 WIB
Terkait kenaikan cukai rokok sebesar 23% dan harga jual eceran menjadi 35%, Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan beberapa alasan tentang keputusan tersebut.
Ini Alasan Sri Mulyani Naikkan Cukai Rokok di 2020. (Foto: Ist)

IDXChannel – Terkait kenaikan cukai rokok sebesar 23% dan harga jual eceran menjadi 35%, Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan beberapa alasan tentang keputusan tersebut.

Kenaikan cukai rokok pada 2020 dilihat dari beberapa aspek. “Seperti sekarang sangat menonjol adalah peningkatan dari jumlah perokok muda, perokok perempuan dan utamanya dari porsi konsumsi masyarakat miskin. Jadi kita melihat ada aspek-aspek tersebut di satu sisi," ujar Sri Mulyani di Kompleks Senayan DPR RI Jakarta, Senin (16/9).

Namun Sri Mulyani juga menambahkan, bahwa pihaknya memerhatikan ada unsur elemen petani pada kenaikan cukai rokok tersebut. Terutama tembakau dan cengkeh versus adanya impor cengkeh.

"Kemudian adanya unsur tenaga kerja terutama cigarette kretek tangan. Maka itu kami mencoba untuk mencari keseimbangan di antara berbagai concern tadi," ungkap dia.

Dijelaskan Sri Mulyani, pada satu sisi bagian kesehatan concern meningkat. Di sisi lain harus perhatikan para petani dan buruh rokok terutama yang pakai tangan.

“Dan di sisi lain menjaga harus mencegah rokok ilegal agar tetap dijaga dan tak meningkat. Maka keputusan yang disampaikan di dalam ratas, melihat berbagai aspek itu menaikkan cukai rokok 23% untuk 2020 yang semenjak 2018 tak naik. Jadi ini sudah dua tahun,” pungkasnya. (*)

Baca Juga