Ini Strategi Pemerintah Dongkrak Sektor Manufaktur Indonesia di Era 4.0
Market News
Fahmi Abidin
4 hari yang lalu
Pemerintah sudah mempersiapkan aturan dan infrastruktur agar Indonesia bisa memanfaatkan era industri 4.0, termasuk soal kemudahan berusaha.
Ini Strategi Pemerintah Dongkrak Sektor Manufaktur Indonesia di Era 4.0. (Foto: IDXChannel)

IDXChannel – Era revolusi industri 4.0 dengan pemanfaatan teknologi kian terlihat di masa depan, Pemerintah berharap hal tersebut mampu meningkatkan sektor manufaktur semakin kompetitif untuk pertumbuhan ekonomi, terutama di otomotif.

Dikatakan Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika, pemerintah sudah mempersiapkan aturan dan infrastruktur agar Indonesia bisa memanfaatkan era industri 4.0, termasuk soal kemudahan berusaha.

“Diharapkan dengan industri 4.0 ini kita akan bisa mengembalikan kemampuan industri manufaktur di dalam perannya untuk ekonomi," kata Putu di acara IDX Channel Economy Outlook bertema Kesiapan Industri Otomotif Menuju Era 4.0 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pada Rabu (4/12/2019).

Putu berharap dengan makin kompetitifnya industri akan semakin meningkat pula pembangunan nasional serta kualitas pekerja.

“Setelah produksi makin bagus, ekspor makin bagus, diharapkan ini berdampak kepada pembangunan ekonomi nasional sampai dengan bagaimana kita mendorong kualitas pekerja kita ke arah yang lebih bagus,” ucap Putu.

Selain itu, ungkap Putu, pemerintah juga berharap dan terus berupaya agar tetap menjadi bagian penting dalam produksi otomotif dunia dengan menghasilkan mobil yang efisien, hemat energi dan memberikan pertumbuhan ekonomi pada Indonesia.

Tak hanya itu, pemerintah juga melakukan berbagai strategi dan langkah agara industri otomotif dapat melaju lancar menghadapi revolusi industri 4.0.

“Secara nasional, ini adalah 10 langkah bagi kita untuk mengimplementasikan industri 4.0 ini. Mulai dari perbaikan alur material, sampai dengan harmonisasi aturan dan kebijakan," tegas Putu.

Ditambahkan Putu, langkah pertama adalah perbaikan alur aliran material hingga langkah terakhir yakni harmonisasi aturan dan kebijakan, khususnya peraturan lintas kementerian. (*)

Baca Juga