AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1275
ACST
194
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
188
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1390
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
800
AKSI
755
ALDO
1375
ALKA
314
ALMI
288
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.72
1.77%
+8.94
IHSG
6726.37
1.5%
+99.50
LQ45
959.76
1.74%
+16.42
HSI
24965.55
0.05%
+13.20
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
0.00
-100%
-16818.98
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
847,450 / gram

Ini Tugas BPOM Mengawal Uji Klinis Vaksin Covid-19

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Rabu, 22 Juli 2020 15:45 WIB
Dengan adanya produksi vaksin Covid-19 yang dilakukan oleh Bio Farma dan Sinovac, BPOM mengambil langkah strategi dalam Penanganan Obat Covid-19.
Ini Tugas BPOM Mengawal Uji Klinis Vaksin Covid-19. (Foto: Ist)
Ini Tugas BPOM Mengawal Uji Klinis Vaksin Covid-19. (Foto: Ist)

IDXChannel – Dengan adanya produksi vaksin Covid-19 yang dilakukan oleh Bio Farma dan Sinovac yang akan tiba di Indonesia dari China pada 19 Juli 2020, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengambil langkah strategi dalam Penanganan Obat Covid-19.

Berdasarkan Keppres 9 tahun 2020 tentang Perubahan Atas Keppres 7 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), Badan POM ditugaskan sebagai anggota Gugus Tugas. Dengan tanggung jawab ini, Badan POM akan mendukung serta mendampingi penanganan Covid-19 berkaitan dengan obat-obatan yang digunakan dalam terapi. Mulai dari ketersediaan bahan baku, importasi, produksi, dan distribusi.

“Kami akan mendampingi uji klinis tersebut, sehingga nanti ada percepatan pemberian izin edar Vaksin yang di produksi oleh Bio Farma," kata Kepala BPOM Penny Lukito dalam jumpa pers yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (21/7/2020).

Sejatinya, Badan POM bertanggng jawab besar pada aspek dukungan ketersediaan obat pilihan untuk penanganan COVID-19 melalui registrasi dengan skema khusus, pemantauan di rantai produksi serta distribusi dan juga pemantauan aspek keamanan/farmakovigilans, kemanfaatan dan mutu obat-obat yang dibutuhkan dalam penanganan COVID-19.

“Sejalan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 9 Tahun 2020, Badan POM menerbitkan Pedoman Pelayanan Publik di Bidang Obat yang memuat inovasi percepatan proses Special Access Scheme (SAS), Registrasi, Sertifikasi Sarana Produksi, Sarana Distribusi dan Importasi Obat,” dilansir dari Keterangan resmi BPOM, Rabu (22/7/2020).

Adapun strategi ini, akan di jalankan pada tingkat Pusat dan tingkat Daerah. Pada tingkat Pusat, secara umum akan memetakan terkait kebutuhan, ketersediaan supply dan kemungkinan potensi hambatan dalam supply obat yang akan digunakan dalam penanganan COVID-19 beserta kesiapan industri farmasi Indonesia dalam memproduksi obat untuk penanganan COVID-19.

Untuk uji klinis vaksin Covid-19, selain dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI (Balitbangkes), Bio Farma juga bekerjasama dengan BPOM RI sebagai regulator, dan tentu saja dengan FK UNPAD sebagai insititusi yang sudah berpengalaman dalam pelaksanaan uji klinis vaksin – vaksin yang beredar di Indonesia.

“Tentu saja untuk uji klinis ini, BPOM akan mendampingi dan menjamin protokol dari uji klinis ini valid,” kata Penny. Secara pararel, ditambahkan ketua BPOM, proses produksi yang akan dilakukan Bio Farma juga akan didampingi sehingga jika uji klinis telah selesai maka izin edarnya jadi lebih cepat di distribusikan. (*)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD