AALI
9875
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1455
ACES
1240
ACST
234
ACST-R
0
ADES
2890
ADHI
1015
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1810
AGAR
340
AGII
1510
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
175
AHAP
67
AIMS
460
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
960
AKRA
4170
AKSI
426
ALDO
1075
ALKA
238
ALMI
246
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2021/12/02 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
506.26
1.62%
+8.06
IHSG
6560.80
0.82%
+53.13
LQ45
945.48
1.5%
+13.94
HSI
23695.09
0.15%
+36.17
N225
27778.71
-0.56%
-156.91
NYSE
16133.89
-1.13%
-185.08
Kurs
HKD/IDR 1,841
USD/IDR 14,365
Emas
822,218 / gram

Jelang Thanksgiving, Harga Minyak Bergerak Variatif

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Rabu, 24 November 2021 11:02 WIB
Harga minyak mentah bergerak variatif pada perdagangan Rabu pagi. Hal ini dipengaruhi rencana Amerika Serikat untuk melepaskan cadangan strategis.
Jelang Thanksgiving, Harga Minyak Bergerak Variatif (FOTO: MNC Media)
Jelang Thanksgiving, Harga Minyak Bergerak Variatif (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Harga minyak mentah bergerak variatif pada perdagangan Rabu pagi (24/11/2021). Hal ini dipengaruhi rencana Amerika Serikat untuk melepaskan cadangan strategis.

Investor juga ditengarai melakukan aksi profit taking dari reli beberapa hari sebelumnya menjelang liburan Thanksgiving di AS.

Menilik pasar derivatif Rabu (24/11/2021) pukul 10:22 WIB, harga mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 0,10 persen di harga USD78,58 per barel, melanjutkan kenaikan kemarin.

Sedangkan minyak mentah berjangka jenis Brent tertekan -0,10 persen di harga USD82,23 per barel, setelah sempat naik pada Selasa (23/11).

"Upaya terkoordinasi oleh negara-negara konsumen minyak untuk menurunkan harga minyak mentah mendorong penjualan baru," kata Kepala analis di Fujitomi Securities Co Ltd, Kazuhiko Saito, dilansir Reuters, Rabu (24/11/2021).

"Di balik penurunan itu juga terdapat aksi profit taking investor jelang liburan di AS," lanjutnya.

Saito menambahkan ada kekhawatiran atas melambatnya permintaan di Eropa di tengah kebangkitan pandemi COVID-19.

Sebagai catatan, Amerika Serikat mengumumkan pada hari Selasa kemarin akan melepaskan jutaan barel minyak dari cadangan strategis mereka. Langkah tersebut diambil berkoordinasi dengan China, India, Korea Selatan, Jepang dan Inggris, untuk mencoba mendinginkan harga setelah produsen OPEC+ berulang kali mengabaikan seruan untuk meningkatkan produksi lebih banyak.

Jepang akan mengadakan lelang untuk sekitar 4,2 juta barel minyak dari stok nasionalnya, dalam laporan surat kabar Nikkei, Rabu (24/11).

Sebuah sumber yang mengutip angka American Petroleum Institute pada hari Selasa kemarin menyabut stok minyak mentah dan bahan bakar di AS dilaporkan naik pada minggu lalu, sedangkan persediaan sulingan turun. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD