Jokowi Sindir Menkes, Minta Terobosan Percepatan Penanganan Covid-19

Market News
Shifa Nurhaliza
4 hari yang lalu
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa ia akan mengevaluasi dalam rangka percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19.
Jokowi Sindir Menkes, Minta Terobosan Percepatan Penanganan Covid-19. (Foto: Ist)

IDXChannel - Dalam Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Percepatan Penanganan Dampak Pandemi Covid-19 di Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta, Senin (29/6/2020), Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa ia akan mengevaluasi dalam rangka percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19.

“Pada kesempatan yang baik ini sekali lagi saya minta agar kita bekerja tidak linier. Saya minta ada sebuah terobosan yang bisa dilihat oleh masyarakat dan itu terobosan itu kita harapkan betul-betul berdampak pada percepat penanganan ini. Jadi tidak datar-datar saja,” jelasnya dilansir dari laman resmi Sekretariat Kabinet RI, Senin (29/6/2020).

Dalam sidang kabinet paripurna, pada 18 Juni 2020, Presiden Jokowi menyinggung kinerja Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto yang baru menggelontorkan 1,53% dari total anggaran di Kemenkes. Padahal, anggaran di Kemenkes mencapai Rp75 triliun.

"Misalnya saya beri contoh bidang kesehatan, tuh dianggarkan Rp75 triliun, baru keluar 1,53% coba. Uang beredar di masyarakat kerem ke situ semua. Segera itu dikeluarkan dengan penggunaan-penggunaan yang tepat sasaran. Sehingga men-trigger ekonomi," pungkasnya.

Saat memberikan pengantar pada Ratas hari ini, Jokowi meminta agar pembayaran disbursement untuk pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan Covid-19 dipercepat pencairannya dan jangan sampai ada keluhan.

“Misalnya yang meninggal ini harus segera, bantuan santunan itu harus, harusnya begitu meninggal langsung bantuan santunannya harus keluar itu, jangan sampai, Prosedurnya di Kementerian Kesehatan betul-betul bisa dipotong, jangan sampai ini bertele-tele,” jelasnya dilansir dari laman resmi Sekretariat Kabinet RI.

Kalau aturan di Peraturan Menteri (Permen) terlalu berbelit-belit Presiden minta untuk disederhanakan. Selain itu, Presiden RI juga menekankan agar pembayaran klaim rumah sakit, insentif tenaga medis, dan insentif untuk petugas lab juga secepatnya sehingga tidak perlu menunggu jika anggarannya sudah ada.

Hal lain yang paling penting, menurut Presiden, adalah pengendalian yang terintegrasi, pengendalian yang terpadu, sehingga semua kerja kita ini bisa efektif. “Enggak ada lagi egosektoral, ego-kementerian, ego-lembaga, ego-kedaerahan, apalagi jalan sendiri-sendiri. Saya kira ini sudah harus kita hilangkan,” tegasnya.

Dukungan TNI-Polri, terutama dalam kedisiplinan di masyarakat untuk area-area publik yang berisiko, diharapkan betul-betul terus dijaga dalam hal ini. Pada bagian akhir, Presiden minta disiapkan sebuah terobosan agar ada sesuatu baru lagi yang dikerjakan bersama-sama. “Dan memberikan efek besar pada masyarakat untuk betul-betul kita mematuhi protokol kesehatan yang ada,” jelasnya. (*)

Baca Juga